Laut Natuna Diklaim China

TNI Gelar Latihan Gabungan di Wilayah ZEE Indonesia Pasca-Perginya Nelayan China

Enam Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI AL dan empat pesawat F-16 milik TNI AU menggelar latihan di kawasan Natuna.

TNI Gelar Latihan Gabungan di Wilayah ZEE Indonesia Pasca-Perginya Nelayan China
Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden meninjau KRI Usman Harun 359 dan KRI Karel Satsuit Tubun 356 di Pangkalan Angkatan Laut Terpadu Selat Lampa. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  -  Pasukan TNI Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) tetap melakukan penjagaan di kawasan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) di Perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono mengatakan patroli ini tetap dilakukan meski kapal-kapal nelayan China telah meninggalkan kawasan ZEE Indonesia.

"Walaupun kapal itu sudah keluar, patroli unsur-unsut laut maupun unsur udara masih kita laksanakan," ujar Yudo di Markas Kogabwilhan I, Jln Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020).

Bahkan pada pagi ini, enam Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI AL dan empat pesawat F-16 milik TNI AU menggelar latihan di kawasan Natuna.

"Sehingga pada pagi ini ada 6 kri yg melaksanakan patroli keluar sekaligus melaksanakan latihan. Kebetulan disana ada F-16, ada 4 pesawat. Sehingga pada pagi ini kita laksanakan latihan bersama antara TNI AL, TNI AU di laut, yang tadi pagi sudah berangkat jam 8 pagi," tutur Yudo.

Yudo mengungkapkan ada total 1700 personel gabungan TNI AU dan AL yang berpatroli di kawasan tersebut.

Seperti diketahui, kapal-kapal nelayan China telah bergerak meninggalkan wilayah ZEE Indonesia di Perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau. Kapal-kapal tersebut terpantau telah bergerak menuju ke utara.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved