Kemenhub Imbau Para Nakhoda dan Masyarakat Maritim Waspadai Cuaca Ekstrem

Para nakhoda dan masyarakat maritim diminta perlu mewaspadai cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang mungkin akan terjadi di perairan tanah air.

Kemenhub Imbau Para Nakhoda dan Masyarakat Maritim Waspadai Cuaca Ekstrem
pixabay.com
Ilustrasi cuaca ekstrem. Prakiraan cuaca dari BMKG pada Sabtu, 11 Januari 2020, waspada cuaca ekstrem di seluruh wilayah Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah mengeluarkan Maklumat Pelayaran tanggal 10 Januari 2020 yang ditujukan kepada para Syahbandar di seluruh Indonesia.

Hal itu seperti diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Indonesia.

Para nakhoda dan masyarakat maritim diminta perlu mewaspadai cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang mungkin akan terjadi di beberapa perairan tanah air.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kemenhub, Ahmad menegaskan setiap pemberangkatan kapal harus selalu memperhatikan kondisi cuaca yang mengacu pada berita cuaca BMKG dengan mengakses website BMKG.

Baca: Peringatan Dini Cuaca BMKG Minggu 12 Januari 2020, 16 Provinsi Berpotensi Hujan Angin dan Petir

Baca: Waspadai Cuaca Ekstrem di Sejumlah Daerah di Indonesia Minggu Besok

"Bila cuaca sangat berbahaya untuk keselamatan pelayaran, maka Syahbandar wajib menunda keberangkatan hingga kondisi cuaca memungkinkan untuk berlayar," tegas Ahmad, Minggu (12/1/2020).

Ahmad menginstruksikan kepada jajarannya untuk meningkatkan pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran.

Serta memastikan semua kapal yang berlayar di wilayah perairan Indonesia khususnya yang memuat penumpang agar tidak melebihi kapasitas yang diizinkan dan penumpang harus diasuransikan.

"Untuk kapal penumpang Roro yang mengangkut penumpang dan kendaraan, dilarang mengangkut/memuat barang berbahaya dan kendaraan harus dilasing dengan baik," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga minta kepada para Syahbandar agar meningkatkan pemeriksaan fisik kapal terutama alat-alat keselamatan pelayaran dan peralatan pemadam kebakaran.

Begitupun dengan muatan atau kontainer, harus dilasing dengan baik dan tidak melebihi kapasitas angkut.

Untuk itu, nakhoda kapal harus mampu memperhitungkan stabilitas kapalnya dengan baik sebelum bertolak.

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved