Harun Masiku Buron KPK

Pegiat Antikorupsi: PDIP Harus Transparan soal Proses Pemecatan Harun Masiku

Erwin Natosmal Oemar berharap proses pemecatan Harun Masiku dari PDI Perjuangan sudah melalui proses yang patut di Mahkamah Partai

Pegiat Antikorupsi: PDIP Harus Transparan soal Proses Pemecatan Harun Masiku
Tribunnews/Jeprima
Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengenakan rompi tahanan warna oranye usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2020) dini hari. Wahyu Setiawan ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap terkait dengan penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI terpilih 2019-2024 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan upaya membantu Harun Masiku sebagai PAW anggota DPR RI yang meninggal dunia, Nazarudin Kiemas, dengan uang operasional sebesar Rp 900 juta. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pegiat antikorupsi Erwin Natosmal Oemar berharap proses pemecatan Harun Masiku dari PDI Perjuangan sudah melalui proses yang patut di Mahkamah Partai.

"PDI Perjuangan harus secara transparan menunjukkan proses pencabutan Harun Masiku sudah sesuai melewati proses yang patut, yaitu Mahkamah Partai Politik," ujar Erwin Natosmal, Senin (13/1/2020).

Jangan sampai, kata dia, klaim sepihak ini hanya jadi akal-akalan untuk memutuskan rantai keterlibatan aktor intelektual sebenarnya.

Baca: KPU Sudah Berikan Surat Pengunduran Wahyu Setiawan ke Jokowi

Baca: Enggan Bocorkan Alasan PDIP Ajukan Harun Masiku, Basarah: Pertimbangan itu Jadi Rahasia Kami

Baca: Besok, Komisi II DPR akan Panggil KPU Terkait Kasus Suap Wahyu Setiawan

Karena menurut dia, kasus ini akan merugikan citra politik PDI Perjuangan di publik.

"Secara politik, jika kasus suap ini tidak dibuka secara jelas, akan menjadi beban politik PDI Perjuangan sendiri di mata publik," jelas Ketua DPP Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) ini.

PDIP Sudah Pecat Harun Masiku

Tersangka kasus suap terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan yakni caleg PDI Perjuangan Harun Masiku hingga saat ini belum diketahui keberadaannya.

Komisi Pemberantasan Korupsi pun meminta yang bersangkutan menyerahkan diri.

Terkait sulit ditemukannya Harun, Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat membantah partainya selaku partai penguasa turut andil.

Djarot justru membeberkan bahwa PDIP telah memecat Harun dari keanggotaan partai berlambang moncong putih tersebut.

"Oh nggak juga (karena dari partai penguasa jadi sulit ditemukan). Dia (Harun) otomatis kan sudah dipecat dari partai," ujar Djarot, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Namun, Djarot mengaku tidak tahu dengan keberadaan Harun saat ini. Termasuk mengenai posisinya yang kabarkan berada di luar negeri.

Kepada Harun, Djarot berpesan agar yang bersangkutan menaati proses hukum yang berlaku.

"Ya kita mengimbau semua warga negara harus taat pada hukum. Ya dia harus bertanggung jawab menyerahkan diri. Tapi untuk masalah upaya itu silakan serahkan kepada KPK," tandasnya.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved