Pakar Hukum Puji Sikap Tegas PDIP Pecat Harun Masiku

Yenti Garnasih mendorong PDI Perjuangan melakukan bersih-bersih terhadap kader yang tidak punya integritas dan koruptif.

Pakar Hukum Puji Sikap Tegas PDIP Pecat Harun Masiku
KPU
Harun Masiku 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar tindak pidana pencucian uang dari Universitas Trisakti Yenti Garnasih puji sikap tegas PDI Perjuangan langsung memecat kadernya Harun Masiku.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Harun Masiku sebagai tersangka kasus suap terhadap Komisioner KPU,  Wahyu Setiawan.

"Keputusan yang tegas dan tidak segan-segan langsung memecat kadernya yang berstatus tersangka. Tentu langkah tersebut bagus," ujar mantan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) KPK ini kepada Tribunnews.com, Senin (13/1/2020).

PDI Perjuangan kata dia, harus bisa bercermin pada kasus Harun Masiku dalam menjaring kader di masa mendatang.

Selain itu Yenti Garnasih mendorong PDI Perjuangan melakukan bersih-bersih terhadap kader yang tidak punya integritas dan koruptif.

Baca: Terjadi Multitafsir Aturan Pada Masa Transisi Perubahan UU KPK

Baca: Harun Masiku Terbang ke Singapura Sebelum OTT, KPK Bantah Kecolongan

Baca: KPK Angkut Sejumlah Dokumen Dari Ruang Kerja dan Rumah Dinas Wahyu Setiawan

Sehingga imbuh dia, tidak ada lagi kader PDI Perjuangan tersandung kasus suap.

"Yang penting partai harus lebih waspada atas kadernya yang koruptif. Harus bersih-bersih terhadap kadernya serta konsisten kalau ada lagi kadernya yang terlibat diperlakukan sama," jelas Yenti Garnasih.

Djarot Sebut PDIP Sudah Pecat Harun Masiku

Tersangka kasus suap terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan yakni caleg PDI Perjuangan Harun Masiku hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Komisi Pemberantasan Korupsi pun meminta yang bersangkutan menyerahkan diri.

Terkait sulit ditemukannya Harun, Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat membantah partainya selaku partai penguasa turut andil.

Djarot justru membeberkan bahwa PDIP telah memecat Harun dari keanggotaan partai berlambang moncong putih tersebut.

Baca: KPK Bawa 3 Koper Setelah Geledah Ruang Kerja Wahyu Setiawan Selama 8,5 Jam

Baca: KPK Angkut Sejumlah Dokumen Dari Ruang Kerja dan Rumah Dinas Wahyu Setiawan

"Oh nggak juga (karena dari partai penguasa jadi sulit ditemukan). Dia (Harun) otomatis kan sudah dipecat dari partai," ujar Djarot, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Namun, Djarot mengaku tidak tahu dengan keberadaan Harun saat ini. Termasuk mengenai posisinya yang kabarkan berada di luar negeri.

Kepada Harun, Djarot berpesan agar yang bersangkutan menaati proses hukum yang berlaku. "Ya kita mengimbau semua warga negara harus taat pada hukum. Ya dia harus bertanggung jawab menyerahkan diri. Tapi untuk masalah upaya itu silakan serahkan kepada KPK," tandasnya.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved