Sebut Dituduh Jadi Otak Pembunuhan, Kivlan Zen Minta Wiranto dan Tito Karnavian Hadir di Persidangan

Kivlan Zen meminta Wiranto dan Tito Karnavian ikut dihadirkan dalam persidangan kasus kepemilikan senjata api ilegal dan peluru tajam.

Sebut Dituduh Jadi Otak Pembunuhan, Kivlan Zen Minta Wiranto dan Tito Karnavian Hadir di Persidangan
KOLASE/TRIBUNNEWS-IRWAN RISMAWAN/WARTA KOTA-HENRY LOPULALAN
Kivlan Zen dan Wiranto 

TRIBUNNEWS.COM - Kivlan Zen meminta Wiranto dan Tito Karnavian ikut dihadirkan dalam persidangan kasus kepemilikan senjata api ilegal dan peluru tajam.

Hal itu disampaikan saat terdakwa Kivlan Zen membacakan eksepsi di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).

Keinginan dari Kivlan Zen itu, didasari karena ia ingin membuktikan apakah dirinya menjadi otak rencana pembunuhan seperti yang disebut di surat dakwaan yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Hal mana tidak memenuhi pembuktian dalam hukum pidana sehingga dengan tidak pernah dilakukan tes kebohongan terhadap Helmi Kurniawan alias Iwan telah memberikan keyakinan kepada saya perlunya Wiranto dan Tito Karnavian dihadirkan dalam persidangan," kata Kivlan Zen.

Kivlan Zen menghubungkan pernyataan Tito Karnavian bersama Wiranto pada 28 Mei 2019 lalu, dengan keterangan juru bicara Polri, Irjen M. Iqbal yang menyebutkan berdasarkan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) tersangka, adanya rencana pembunuhan.

JPU menyebut Kivlan sebagai otak rencana pembunuhan terhadap Wiranto, Luhut Binsar Panjaitan, Budi Gunawan, Gorece Mere dan Yunarto Wijaya.

Hal ini berdasarkan keterangan dari salah seorang terdakwa, Helmi Kurniawan alias Iwan.

"Maka menjadi adil untuk dipanggil ke pengadilan untuk didengar keterangannya yang telah membocorkan isi BAP projustisia kepada masyarakat," kata Kivlan Zen.

Kivlan Zen memberikan keterangan sebagai saksi di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Selasa (7/1/2020).
Kivlan Zen memberikan keterangan sebagai saksi di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Selasa (7/1/2020). (Tribunnews.com/Glery Lazuardi)

Menurutnya, Iwan telah merekayasa adanya suruhan atas nama dirinya untuk meminta uang kepada Politisi Partai Persatuan Pembangunan, Habil Marati.

Kivlan Zen berujar, Iwan bersaksi uang yang diberikan Habil Marati bukan untuk membeli senjata.

Halaman
123
Penulis: Nuryanti
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved