Resmi Terapkan Tilang Elektronik, Kakorlantas Ingin Surabaya Jadi Contoh Kota Tertib Lalu Lintas

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono menghadiri acara lauching program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Surabaya, Jawa Timur.

Resmi Terapkan Tilang Elektronik, Kakorlantas Ingin Surabaya Jadi Contoh Kota Tertib Lalu Lintas
Istimewa
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono didampingi didampingi Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, Dirlantas Polda Jatim Kombes Budi Indra Dermawan, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini melauching program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono menghadiri acara lauching program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/1/2020).

Dalam launching program ETLE tersebut, Kakorlantas didampingi Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, Dirlantas Polda Jatim Kombes Budi Indra Dermawan, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Dalam sambutannya, Kakorlantas mengatakan sejak dilaunching pertama kali di wilayah Polda Metro Jaya pada 25 November 2018, sistem ETLE mendapatkan respons positif dari masyarakat.

Di wilayah Polda Metro Jaya awalnya hanya ada di 2 titik, angka tersebut terus berkembang hingga menjadi 12 titik pada 1 Juli 2019.

Baca: Kemenhub: Pembangunan Bandara Kediri Dimulai April 2020

"Sedangkan yang akan di launching di Polda Jawa Timur pada 16 Januari 2020 sebanyak 20 titik dan 5 speed camera, ini lebih banyak dibandingkan Polda Metro Jaya," kata Irjen Pol Istiono.

Menurut Istiono, penelitian, pengembangan, dan pembangunan sistem ETLE terus dilakukan guna terwujudnya penegakkan hukum yang akuntable.

Irjen Pol Istiono saat acara lauching ETLE di Surabaya
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono saat acara lauching program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/1/2020).

Sebelumnya, menurut Kakorlantas sistem ETLE hanya mampu menangkap pelanggaran rambu dan marka jalan.

Baca: Member MeMiles di Surabaya Tak Merasa Dirugikan, Berharap Aplikasi Bisa Normal Kembali

Kini, sistem ETLE sudah dapat menangkap berbagai pelanggaran lalu lintas lainnya, di antaranya penggunaan ponsel saat berkendara, tidak menggunakan sabuk keselamatan, melebihi batas kecepatan, melanggar marka, dan melanggar lampu traffic light.

"Sistem yang dapat menangkap dan merekam pelanggaran secara otomatis ini, menggunakan artificial intelligence yang terbukti dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan," katanya.

Menurut Kakorlantas, dengan adanya penurunan pelanggaran hampir 30 persen, sistem ini telah dapat memberikan sumbangsih kepada negara sebesar Rp 3,6 miliar dari denda tilang yang telah dibayarkan pelanggar.

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved