Fadli Zon Jawab Kritik Politikus PKS Soal 7 Kali Kunjungan Kerja Prabowo Subianto ke Luar Negeri

Mardani Ali Sera mengkritik kunjungan kerja (kunker) Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke luar negeri hingga tujuh kali.

Fadli Zon Jawab Kritik Politikus PKS Soal 7 Kali Kunjungan Kerja Prabowo Subianto ke Luar Negeri
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Politikus Gerindra Fadli Zon 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengkritik kunjungan kerja (kunker) Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke luar negeri hingga tujuh kali.

Menanggapi kritik tersebut, politikus Gerindra Fadli Zon menilai apa yang dilakukan Prabowo Subianto sudah tepat.

"Saya kira apa yang dilakukan Pak Prabowo sejauh ini tepat," ujar Fadli Zon, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Baca: Alasan Prabowo Subianto Minta Rapat dengan Komisi I DPR Digelar Tertutup

Fadli Zon mengatakan kunjungan kerja yang dilakukan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut perlu dilakukan.
Salah satunya untuk menjalin kerja sama dan berkomunikasi dengan negara-negara sahabat.

Menurut anggota Komisi I DPR RI tersebut, hal tersebut perlu dilakukan guna meminimalisir ancaman dari luar negeri dan memperkuat pertahanan Indonesia sendiri.

"Saya kira memang sudah waktunya ya. Seharusnya kan pertahanan kita itu juga terkait pertahanan ancaman dari luar negeri. Sehingga kita harus menjalin suatu kerja sama, dialog, komunikasi dengan pihak-pihak yang tepat," katanya.

Baca: Hanya Gerindra Umumkan Cawagub DKI yang Diusung, PKS: Kesannya Kami Enggak Kompak

Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik kunjungan kerja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang hingga saat ini tercatat sudah ke tujuh negara.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengingatkan mengenai pesan Presiden Joko Widodo yang sempat menyatakan bahwa kunjungan atau studi ke luar negeri juga bisa dilakukan melalui ponsel.

Baca: Fadli Zon Membaca Pernyataan Jokowi soal Sandiaga sebagai Gestur Bagus dan Positif

"Pak Jokowi saat 16 Agustus 2019 lalu mengingatkan agar meminimalkan kunjungan ke luar negeri. Bahkan secara demonstratif beliau menunjukkan via HP-nya, kunjungan luar negeri bisa melalui HP (ponsel). Dunia sudah terkoneksi," kata Mardani kepada wartawan, Jumat (17/1/2020).

Selain itu, kata dia, kunjungan kerja ke luar negeri mesti memiliki tujuan yang jelas. Mardani berharap ada timbal balik yang setimpal dari kunjungan kerja Prabowo ke tujuh negara itu.

"Kunjungan ke luar negeri monggo saja dilakukan, tetapi mesti dipastikan return on investment-nya jauh lebih baik. Dan semua perlu disampaikan kepada publik secara transparan," ujar dia.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved