Jadi Tempat Wisata Premium, Jokowi Ingin Turis Habiskan Uang Lebih Banyak di Labuan Bajo

Jokowi berharap wisatawan mancanegara di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dapat mengeluarkan uangnya lebih banyak

Jadi Tempat Wisata Premium, Jokowi Ingin Turis Habiskan Uang Lebih Banyak di Labuan Bajo
TRIBUN/SETPRES/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo berjalan meninggalkan dermaga usai menikmati matahari terbenam (sunset) di atas kapal Pinisi Felicia di Labuan Bajo, NTT, Minggu (19/1/2020). Presiden Jokowi menjadikan Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas. TRIBUNNEWS/SETPRES/AGUS SUPARTO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap wisatawan mancanegara di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dapat mengeluarkan uangnya lebih banyak dibanding lokasi wisata lain.

Hal tersebut disampaikan Jokowi, mengingat Labuan Bajo menjadi tempat wisata berbeda dari lainnya dan berkategori premium.

"Kami harapkan di sini belanjanya lebih besar, tinggalnya lebih lama. Jadi artinya (wisata premium), bukan jumlah turisnya yang lebih banyak," ujar Jokowi dikutip dalam laman Setkab.go.id, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Baca: Bobby Nasution Jalani Fit and Proper Test Golkar: Visi Misi Kita, Ingin Buat Kota Medan Lebih Berkah

Menurut Jokowi, pengembangan kawasan wisata Labuan Bajo dimulai tahun ini, di mana terminal Bandara Komodo akan diperlebar dan diperbaiki.

"Runway-nya juga diperpanjang. Saya kira nanti akhir tahun semuanya selesai, tingga masuk ke promosi. Step-step itu kami lakukan, memperbaiki produk secara total, kemudian nanti baru masuk ke promosi," kata Jokowi.

Sementara keluhan terkait ketersediaan air baku, pemerintah sudah ditambah 100 mililiter per detik dan Kementerian PUPR juga tengah mempersiapkan tambahan yang lebih besar lagi.

Baca: Jokowi Minta Gubernur NTT Selesaikan Tanah Sengketa di Manggarai Barat

Adapun soal kelestarian lingkungan di kawasan Labuan Bajo, Jokowi menyampaikan bahwa dirinya telah memerintahkan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar untuk membuat nursery yang bisa memproduksi 5-7 juta pohon setiap tahunnya.

"Nanti setiap tahun menanam segitu terus, rutin. Sudah detail sekali tadi, saya kira pembicaraan kita sudah teknis dan sangat detail sehingga semuanya yang kira-kira kita ragu semuanya sudah kita tutup," jelasnya.

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved