Bela Pacar dari Aksi Begal

Pelajar Bunuh Begal Tidak Divonis Hukuman Seumur Hidup, Kejagung: Dituntut Pidana 1 Tahun Pembinaan

Pelajar ZA yang bunuh begal karena membela diri dijatuhi tuntunan satu tahun pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak di daerah Wajak, Malang.

Pelajar Bunuh Begal Tidak Divonis Hukuman Seumur Hidup, Kejagung: Dituntut Pidana 1 Tahun Pembinaan
Tribunjatim.com/Erwin Wicaksono
Remaja pembunuh begal, ZA mendapat keputusan sidang. Pelajar SMA itu diputuskan majelis hakim agar dikirim ke LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak) di Dairul Aitam Wajak selama satu tahun. 

TRIBUNNEWS.COM - Pelajar ZA yang membunuh begal karena membela diri menghadapi sidang putusan di Pengadilan Negeri Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Kamis (23/1/2020).

Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono menyampaikan ZA dijatuhi tuntunan satu tahun pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di daerah Wajak, Malang, Jawa Timur.

Hal itu disampaikan dalam video yang diunggah kanal YouTube KompasTV, Kamis (23/1/2020).

"Tuntutan pidananya adalah dilakukan pembinaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak selama satu tahun," ujar Hari Setiyono.

Jaksa berfokus pada tindakan ZA yang membela diri saat dibegal dan teman perempuannya yang akan diperkosa.

"Dakwaan yang dibuktikan jaksa adalah penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang," kata dia.

Hari Setiyono menyebut dakwaannya kumulatif dan alternatif yakni pembunuhan, pembunuhan berencana, dan penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang.

"Atau Undang-Undang Darurat pasal 2 ayat 1 No 2 Tahun 1951," ungkap Hari.

Kronologi ZA Bunuh Begal

Mengutip Kompas.com, ZA berboncengan dengan pacarnya menggunakan sepeda motor, dan melintas di sekitar ladang tebu di Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Minggu (8/9/2019) malam.

Halaman
123
Penulis: Indah Aprilin Cahyani
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved