PP Muhammadiyah Haramkan Rokok Elektrik, Sebut Vape Bisa Jadi Sarana Konsumsi Narkoba

PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram untuk rokok elektrik atau vape. Fatwa ini dikeluarkan untuk internal warga Muhammadiyah.

KOMPAS IMAGES
Akibat dari penggunaan vape, para pengguna vape bisa secara tiba-tiba terkena asma, sesak nafas, dan batuk. 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Wawan Gunawan Abdul Wahid menjelaskan alasan dikeluarkannya fatwa haram untuk rokok elektrik atau vape.

Ia mengungkap jika ada penyesatan berpikir dalam penggunaan rokok elektik.

Rokok elektik dianggap menjadi salah satu solusi untuk keluar dari merokok konvesional dan ia membantah hal tersebut.

Wawan Gunawan merujuk pada temuan organisasi kesehatan dunia yakni World Health Organization (WHO) yang juga membantah jika rokok elektrik sebagai solusi pengganti rokok konvesional. 

Menurutnya fatwa haram dikeluarkan setelah melihat temuan dari BPOM,BNN dan Perhimpunan Dokter Ahli Paru yang diundang dalam Forum Grup Discussion (FGD).

"Merokok vape bisa dijadikan sarana untuk pindah ke narkoba. Yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah meniatkan melakukan koreksi bersama," ujarnya dilansir melalui YouTube TvOneNews, Sabtu (25/1/2020).

Ia juga menjelaskan bahwa fatwa haram rokok elektrik untuk internal warga Muhammadiyah dan jika ada yang bersepakat dengan fatwa ini boleh mengikutinya. 

Wawan Gunawan juga menegaskan jika bahan yang digunakan pada rokok elektrik bukan buah-buahan seperti yang banyak diberitakan. 

"Itu tidak begitu, kalau dalam istilah hadist 'sesat menyesatkan' yang terjadi zat yang didalamnya lebih adiktif," ungkapnya. 

Dikutip dari Kompas.com, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram untuk rokok elektrik atau vape.

Halaman
123
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved