Rocky Gerung Sebut KPK dan KPU Sebaiknya Dimakamkan: Dua Lembaga Itu Sebetulnya Sudah Sekarat

Pengamat politik Rocky Gerung menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini sudah hilang kemuliaannya.

Rocky Gerung Sebut KPK dan KPU Sebaiknya Dimakamkan: Dua Lembaga Itu Sebetulnya Sudah Sekarat
Youtube/Rocky Gerung Official
Pengamat Politik Rocky Gerung menyebut kalau KPK dan KPU sebaiknya dimakamkan bersamaan. 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat politik Rocky Gerung menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat ini sudah hilang kemuliaannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Rocky dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin (27/1/2020).

Awalnya, Rocky menyinggung soal kasus dugaan suap yang melibatkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Menurut Rocky, dengan adanya kasus itu membenarkan bahwa saat ini KPK tengah dilemahkan.

Pengamat Politik Rocky Gerung dalam channel YouTube Resonansi TV, Jumat (10/1/2020).
Pengamat Politik Rocky Gerung dalam channel YouTube Resonansi TV, Jumat (10/1/2020). (YouTube Resonansi TV)

"Apalagi sejak kasus Wahyu, kita cuma ingin dipastikan bahwa kasus itu membenarkan bahwa presiden memang tidak ingin KPK itu berfungsi maksimal," ujar Rocky.

Rocky menuturkan, meski telah ada perpres soal KPK namun itu hanya berlaku secara normatif, tetapi praktiknya tidak demikian.

Menurut Rocky, sudah menjadi sebuah takdir KPK saat ini menjadi lemah.

"Iya, sudah ditakdirkan menjadi alat presiden untuk tidak memberantas korupsi itu," kata Rocky.

Bahkan, Rocky menyebut perlu ada pesta untuk merayakan pengakhiran sebuah reformasi.

Pasalnya, dulu ada dua lembaga yang dijadikan unggulan saat reformasi, yakni KPU dan KPK.

Halaman
123
Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved