Terawan Ajak Milenial Perhatian Keseimbangan Gizi Untuk Kurangi Risiko Penyakit Saat Lanjut Usia

Terawan mengingatkan risiko penyakit tidak menular saat usia lanjut jika milenial tidak menerapkan gizi seimbang dalam hidupnya.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto (keempat kiri) didampingi Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kirana Pritasari (keempat kanan), Country Director GAIN Indonesia, Ravi K Menon (kanan), dan Jee Hyun Rah dari UNICEF (kiri) berfoto bersama usai menyerahkan buku 'Remaja Sehat Penuh Gizi' yang pembuatannya didukung Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) dan buku 'Aksi Bergizi' yang didukung UNICEF kepada perwakilan instansi pemerintah dan guru saat peringatan Hari Gizi Nasional 2020 di Jakarta, Selasa (28/1/2020). Kegiatan Hari Gizi Nasional 2020 mengangkat tema gizi optimal untuk generasi milenial. Pada kegiatan itu pula, Kementerian Kesehatan beserta Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) meluncurkan buku 'Remaja Sehat Penuh Gizi' yang berisi edukasi tentang gizi seimbang dengan bahasa yang mudah dimengerti. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Ticonny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Merayakan hari Gizi Nasional ke-60, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kembali mengingatkan tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang termasuk bagi milenial.

Keseimbangan gizi yang tepat dapat membantu pertumbuhan maksimal pada milenial.

Terawan mengingatkan risiko penyakit tidak menular saat usia lanjut jika milenial tidak menerapkan gizi seimbang dalam hidupnya.

Baca: Terapis dan Pendeta Gadungan Berkomplot Kuasai Tanah Senilai Rp 40 Miliar, Begini Kasusnya Terungkap

“Jadi masalah gizi kurang maupun gizi lebih pada remaja akan meningkatkan kerentanan terjadinya penyakit tidak menular di usia lanjut seprti jantung, diabetes militus, maupun stroke,” ucap Terawan di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2020).

Sementara risiko saat dewasa pada remaja wanita yang tidak memenuhi kebutuhan gizi yaitu anemia pada saat kehamilan.

Hal tersebut berisiko terhadap kelahiran bayi dengan berat badan rendah serta berisiko mengalami komplikasi saat melahirkan.

Baca: Menkes Terawan: 135 Pintu Masuk Negara Sudah Dijaga 24 Jam

“Bayi yang lahir dengan masalah gizi apabila tidak mendapat pola asuh yang tepat akan menjadi anak-anak dan remaja yang tidak sehat serta pertumbuhan dan perkembangannya terhambat,” kata Terawan.

Menerapkan gizi yang baik pada milenial di usia produktif juga dapat membantu kognitif, psikologi, dan sosial remaja sehingga lebih produktif, kreatif, dan kritis.

Baca: 106 Orang Meninggal Karena Virus Corona, Menkes Terawan Sebut WNI di Wuhan Sehat & Imbau Jaga Imun

“Meningkatkan sumber kualitas SDM khususnya generasi muda milenial yang produktif singguh sangat menjadi harapan kedepan,” kata Terawan.

Gizi seimbang yang baik adalah makanan yang mengandung karbohidrat baik, indeks glikemik rendah, tinggi serat, vitamin, dan mineral.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved