Harun Masiku Buron KPK

Adian Napitupulu Sebut Kasus Harun Masiku Biasa: Bandingkan dengan Data, Bukan Rasa

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Adian Napitupulu, menyebut kasus Harun Masiku bukanlah sesuatu kasus yang luar biasa

Adian Napitupulu Sebut Kasus Harun Masiku Biasa: Bandingkan dengan Data, Bukan Rasa
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Aktivis 98 Adian Napitupulu usai diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Minggu (19/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Adian Napitupulu, menyebut kasus Harun Masiku bukanlah sesuatu yang luar biasa.

Adian justru heran pada sejumlah pihak yang menyebut belum ketemunya buron KPK, Harun Masiku, menunjukkan adanya upaya pelemahan KPK.

Sementara saat kader Partai Demokrat, Nazaruddin kabur selama 77 hari, tidak ada yang menyebut bahwa KPK dilemahkan.

Sehingga Adian menilai bukan perbandingan data yang digunakan dalam menghadapi kasus ini, melainkan perbandingan rasa. 

Pernyataan ini ia sampaikan dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC), yang dilansir kanal YouTube Indonesia Lawyers Club, Rabu (29/1/2020).

"Jangan putus asa tentang KPK, jangan kemudian mengatakan KPK lemah dan sebagainya," ujarnya.

"Kenapa? Masiku belum ketemu dalam 20 hari, tetapi ada Nazaruddin yang hilang sampai 77 hari, ada Neneng sampai tiga tahun tidak ketemu," imbuhnya.

"Tetapi saat itu tidak ada yang pernah mengatakan KPK dilemahkan," kata Adian.

"Melainkan yang dikatakan kita 'Cari terus, cari terus' gitu," jelasnya.

Sehingga menurutnya semua pihak tidak perlu menganggap KPK lemah.

s
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Adian Napitupulu (YouTube Indonesia Lawyers Club)
Halaman
1234
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved