Setelah Jawab ''Muter-muter'', Hermawan Akhirnya Mengaku Dirinya Ancam Penggal Kepala Jokowi

Hermawan Susanto, terdakwa yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi, menjelaskan kronologi penangkapannya.

Setelah Jawab ''Muter-muter'', Hermawan Akhirnya Mengaku Dirinya Ancam Penggal Kepala Jokowi
Tia Astuti/Kompas.com
Hermawan Susanto sedang berjalan ke luar ruangan pada sidangnya Selasa (28/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hermawan Susanto, terdakwa yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi, menjelaskan kronologi penangkapannya.

Ia mengaku hampir dipukul menggunakan gitar kecil oleh polisi ketika digelandang memasuki kantor kepolisian. 

"Saat masuk kantor polisi, saya hampir dipukul dengan gitar kecil oleh polisi, cuma tidak jadi," kata Hermawan saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2020). 

Menurut Hermawan, matanya ditutup saat polisi mengajaknya berputar-putar.

"Saya diajak mutar-mutar dengan polisi. Mata saya ditutup kain hitam dan perekat hitam," kata Hermawan.

Saat diajak mengitari area kantor polisi, kata Hermawan, kepalanya sempat ditodong diduga senjata api.

"Kepala saya dingin, saya menduga itu senjata api. Karena saya merasakan dingin di kepala saya," ucapnya.

Baca: Alasan Hermawan Sampai Mengancam Penggal Jokowi

Lebih lanjut, Hermawan menyatakan ketakutan saat menduga dirinya ditodong senjata api.

Pun dengan mata tertutup. 

Halaman
1234
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved