Sunda Empire

Komisi III DPR Soroti Sunda Empire, Kapolri: Lagi Banyak yang Ingin Jadi Raja

Mendengar pernyataan Cucun, Idham mengakui ada banyak kerajaan bahkan presiden baru yang bermunculan.

Komisi III DPR Soroti Sunda Empire, Kapolri: Lagi Banyak yang Ingin Jadi Raja
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Ki Rangga Sasana dari Sunda Empire sudah menanggalkan pakaian kebesarannya, warna biru langit, pangkat letnan jenderal hingga baret biru pascaditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, dia ditahan di Mapolda Jabar dan sudah berpakaian tahanan berwarna biru di Mapolda Jabar, Rabu (29/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi III DPR menyoroti hadirnya beberapa kerajaan fiktif dalam rapat kerja bersama Kapolri Idham Azis, Kamis (30/1/2020).

Anggota Komisi III DPR fraksi PKB Cucun Ahmad Syamsurijal meminta Kapolri tidak hanya fokus pada keamanan tapi juga terkait pemahaman masyarakat.

"Sekarang ini bukan gangguan terorisme, tetapi muncul berbagai pemahaman atau keyakinan bahkan membuat suatu komunitas yang ini jangan dianggap enteng. Ini kan ada korban juga seperti penipuan, mungkin bapak sudah tangani kemarin di Jawa Barat seperti Sunda Empire atau sapu jagat segala macam," kata Cucun di Ruang Rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta.

Baca: Tanpa Seragam Kebesaran dan Baret Tiga Bintang, Rangga Sasana Terlihat Lesu Kenakan Baju Tahanan

"In pak, masyarakat kecil jadi korban karena beli baju seragam kaya bapak-bapak dapat bintang dua dan tiga ini harua disikapi betul-betul bagaimana penanganan disampaikan ke publik. Kedepannya agar tak terjadi kedepannya seperti ini juga bisa dilakukan deteksi dini," imbuhnya.

Mendengar pernyataan Cucun, Idham mengakui ada banyak kerajaan bahkan presiden baru yang bermunculan.

Baca: Kapolri Tepis Kabar Adanya Kabar Penyekapan Penyelidik KPK di PTIK

Ia menegaskan akan menindak secara tegas keberadaan kerajaan fiktif.

"Memang kalau kerajaan kerajaan, presiden juga sebenarnya banyak. Mungkin lagi eranya ingin banyak jadi raja ya pak. Tapi pasti akan tindak dan proses pak," ujar Idham.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved