Jokowi Sebut Pemerintah Siapkan Rp 1,9 Triliun Untuk Reboisasi Kawasan Berpotensi Bencana

Jokowi meminta masyarakat agar memanfaatkan tanaman bernilai ekonomis serta tidak merusak tanaman pencegah longsor seperti vetiver

Jokowi Sebut Pemerintah Siapkan Rp 1,9 Triliun Untuk Reboisasi Kawasan Berpotensi Bencana
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, KABUPATEN BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,9 triliun untuk dana reboisasi kawasan yang berpotensi bencana untuk seluruh Indonesia pada tahun 2020.

Jokowi menyebut, dana itu nantinya digunakan untuk kegiatan untuk mengedukasi masyarakat terkait pendekatan vegetatif dalam penanganan bencana.

Baca: WNI Dikarantina di Natuna, Jokowi Ucapkan Terima Kasih pada Warga: Butuh Kebesaran Hati

Secara khusus, Jokowi meminta masyarakat agar memanfaatkan tanaman bernilai ekonomis serta tidak merusak tanaman pencegah longsor seperti vetiver (akar wangi).

Pemerintah juga telah memetakan, tidak hanya daerah yang terkena bencana, tetapi juga daerah lain yang berpotensi mengalami kerusakan ekologi.

"Kita sudah petakan, misalnya kita tidak hanya yang terkena bencana, tetapi yang debit airnya sudah turun seperti Danau Toba, itu kan kita siapkan jutaan (bibit) untuk kita hijaukan kembali. Gajah Mungkur yang sedimentasinya sudah turun masuk ke waduk juga sama," kata Jokowi saat kunjungan kerja di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2/2020).

"Sampai kapan pun kalau kita keruk hanya sedimen-sedimen, (tapi) di atasnya, di hulunya tidak ditanami, ya tiap hari kita hanya urusan-urusan kayak gini terus," kata Jokowi lagi.

Selain itu, Presiden Jokowi juha mendorong upaya pendekatan vegetatif dalam penanganan bencana banjir dan longsor, di samping pendekatan fisik.

Ia menyebut, penanaman bibit pohon yang dilakukan di Kecamatan Sukajaya merupakan salah satu contoh pendekatan vegetatif.

"Jadi di tempat-tempat yang terjadi bencana banjir dan utamanya yang tanah longsor, pendekatan kita sekarang bukan hanya pendekatan-pendekatan fisik saja, bukan hanya bangunan-bangunan fisik saja, tetapi juga yang berkaitan dengan vegetatif seperti ini mulai kita dekati, sehingga ekosistem yang ada itu tidak terganggu dan rusak karena memang kita perbaiki. Misalnya, saya berikan contoh di Sukajaya ini," ungkap Jokowi.

Untuk daerah Sukajaya sendiri, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, pemerintah menyiapkan kurang lebih 92 ribu bibit tanaman.

Bibit tanaman tersebut terdiri atas tanaman yang memiliki nilai ekonomi seperti jengkol, durian, sirsak, hingga petai, dan tanaman yang berfungsi untuk memperbaiki ekosistem, seperti tanaman vetiver  dan sereh wangi.

Baca: Jokowi Bagi-bagi Buku Tulis dan Kaos di Lokasi Bencana Sukajaya Bogor

"Ini yang akan terus kita dekati dengan cara-cara itu, sehingga kita harapkan dengan dua pendekatan ini, bencana banjir dan longsor bisa kita selesaikan," jelas Jokowi.

"Tetapi untuk yang lebih luas kita akan siapkan lagi dalam jumlah jutaan bibit-bibit seperti ini. Jangan sampai, sekali lagi, kita hanya pendekatan fisik, tetapi pendekatan vegetatif, ekologi, ekosistem kita lakukan juga. Seperti tadi yang ditanam di Harkat Jaya, ada kemiringan, sudah tanam vetiver," imbuhnya.

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved