Respons Pimpinan KPK Sikapi Kasus Penipuan Iming-iming Lolos CPNS yang Mencatut Nama Lembaganya

Satuan Reskrim Polres Kebumen, Jawa Tengah meringkus tiga tersangka penipuan bermodus penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Respons Pimpinan KPK Sikapi Kasus Penipuan Iming-iming Lolos CPNS yang Mencatut Nama Lembaganya
Tribunnews/JEPRIMA
Pimpinan KPK Nurul Gufron. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satuan Reskrim Polres Kebumen, Jawa Tengah meringkus tiga tersangka penipuan bermodus penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Ketiga tersangka berinisial AS (43), ES (66), dan RD (33).

Demi memuluskan aksinya, satu di antara tersangka mengaku berasal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengapresiasi jajaran Polres Kebumen karena telah mencokok tiga pelaku tersebut.

Baca: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo: Misi Kemanusiaan Tidak Mengenal Batas Wilayah

Di lain sisi, Ghufron mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap orang yang mengaku-ngaku dari KPK.

"Jelas itu penipuan dan jelas bukan dari KPK. KPK tidak pernah seperti itu (meloloskan CPNS)," ujar Ghufron kepada Tribunnews.com, Selasa (4/2/2020).

Sebelumnya, Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan menjelaskan, kasus itu terbongkar setelah salah satu korban, Yudi Suhendra (35), warga Kebumen, melaporkan dugaan penipuan tersebut.

Baca: Demi Kepentingan Penegakan Hukum, Upaya Penyadapan Dapat Dilakukan

"Korban dijanjikan akan menjadi PNS setelah menyetorkan uang Rp 150 juta kepada tersangka AS. Namun, dari tahun 2016 saat korban dijanjikan akan jadi PNS hingga sekarang, masih belum ada kejelasan," kata Rudy melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (3/2/2020).

Tiga tersangka itu menggunakan atribut pers salah satu televisi swasta nasional saat beraksi.

Mereka juga mengaku dari KPK dan Badan Intelijen Negara (BIN) lengkap dengan lencana.

Para tersangka juga kerap mengelabui korban dengan sejumlah foto bersama pejabat dan petinggi negara.

Baca: Rusunawa Khusus Pekerja di Kendal Siap Ditempati, Harga Sewa Paling Mahal Rp 231.900 Per Bulan

Polisi menyita foto tersebut dari rumah tersangka AS.

Tersangka diancam Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan hukuman empat tahun.

Polisi juga menetapkan tiga orang lainnya masuk daftar pencarian orang (DPO) karena terlibat dalam jaringan penipuan tersebut.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved