Bahas Penanganan Radikalisme, ICMI Harap Wapres Ma'ruf Keliling Kampus Perkuat Budaya Ilmiah

Jimmy menyebut isu intelektualitas dalam menekan radikalisme perlu dieksplisitkan dalam bentuk tertentu.

Bahas Penanganan Radikalisme, ICMI Harap Wapres Ma'ruf Keliling Kampus Perkuat Budaya Ilmiah
Reza Deni/Tribunnews.com
Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersalaman dengan Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Rabu (5/2/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) menemui Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Rabu (5/2/2020).

Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie menyebutkan isi pertemuan dengan Ma'ruf, salah satunya soal penanganan radikalisme.

"Termasuk mengenai bagaimana menghidupkan, mendorong, pemperkuat isu-isu intelektualitas dan moralitas di tengah makin berkecamuknya liberalisme di bidang politik, di bidang ekonomi," kata Jimmy di lokasi, Rabu (5/2/2020).

Baca: Bertemu Wapres Maruf, SOKSI Diminta Bantu Bangun SDM di Desa

Jimmy menyebut isu intelektualitas dalam menekan radikalisme perlu dieksplisitkan dalam bentuk tertentu.

"Kita harapkan Pak Wapres lebih sering roadshow ke kampus-kampus untuk mendorong penguatan perguruan tinggi misalnya budaya ilmiah kita perkuat, sehingga hal-hal isu tentang radikal itu kita hadapi dengan memperkuat budaya ilmiah di kampus-kampus," lanjutnya.

Dalam hal ekonomi, semakin menguatnya liberalisme pasar, Jimly menambahkan, harus dibarengi dengan penguatan kesadaran akan  sains, teknologi, dan moral.  Ma'ruf pun menyambut antusias akan hal itu dan mengajak ICMI berperan dalam gerakan ekonomi dan pembangunan ekonomi baru.

Baca: Terungkap, Penyebab Kereta yang Membawa Maruf Amin Dicemooh Oleh Penumpang KRL

"Kita akan teruskan termasuk ide untuk memperkembangkan bank wakaf sebagai gerakan koperasi melanjutkan ide yang sudah didiskusikan sebelumnya termasuk juga merangkai gerakan bank wakaf mikro yang sudah berkembang plus gerakan enterpreneurship supaya di kalangan kaum muslimin tidak ada kesenjangan," pungkasnya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula sejumlah tokoh, yaknj pendiri perusahaan Al Falah yang juga putra mendiang presiden ke-3 RI BJ Habibie Ilham Habibie, mantan rektor IPB Herry Suhardiyanto, mantan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, dan mantan Menristekdikti M Nasir.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved