Virus Corona

Warga Kanada Diduga Terjangkit Virus Corona setelah dari Indonesia, Begini Respons Kemenkes

Soal warga negara Kanada yang diduga terjangkit virus corona setelah dari Indonesia, Kemenkes sebut akan menunggu konfirmasi dari WHO

Apfia Tioconny Billy/Tribunnews.com
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Masyarakat Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono dan Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan Widyawati saat ditemui di Kemenkes, Jakarta Selatan, Senin (3/2/2020). 

"Beberapa kejadian tidak terbukti kebenarannya, karena data di imigrasi tidak didapatkan," jelasnya yang dikutip dari Kompas.com.

Namun kalau nantinya informasi itu benar maka Kemenkes akan mengecek riwayat kunjungan remaja tersebut selama di Indonesia.

Di sisi lain, Yurianto tetap menegaskan akan mencari kebenarannya terlebih dahulu.

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Achmad Yurianto saat memberikan pemaparan dalam konferensi pers terkait cuaca panas yang melanda Indonesia.
Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Achmad Yurianto saat memberikan pemaparan dalam konferensi pers terkait cuaca panas yang melanda Indonesia. (Warta Kota/Rizki Amana)

Diberitakan sebelumnya, seorang remaja perempuan 17 tahun asal Kanada yang datang dari Indonesia dilaporkan dirawat di Malaysia setelah diduga terinfeksi virus corona.

Warga Kanada ini sampai di Malaysia dari Indonesia pada Selasa (4/2/2020).

Namun diketahui sebelumnya ia sempat tinggal di Shanghai China selama 15 tahun.

Dzulkefly mengatakan, tim medis bekerja sesuai prosedur terhadap si gadis dan keluarganya untuk memastikan tidak ada novel coronavirus di tubuh mereka.

Dalam konferensi pers, Dzulkefly mengatakan bahwa pihaknya sudah mencari tahu siapa saja yang bersama keluarga itu, dan mengirim tim ahli.

"Pikiran pertama kami adalah nCov. Namun dari penjelasan mereka, bisa jadi penyakit lain seperti jantung. Yang jelas, fokus kami adalah memastikan segera teratasi," paparnya.

"Karena itu kami mengirim tim dengan pakaian pelindung lengkap. Kami tidak ingin mengambil risiko. Lebih baik selamat dari pada menyesal," tegasnya.

Halaman
1234
Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved