Gus Sholah Meninggal Dunia

Sabam Sirait Ikut Berduka dengan Kepergian Dua Tokoh NU

Cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari ini dikenal sebagai aktivis, politisi dan juga pejuang Hak Asasi Manusia (HAM).

HO/Tribunnews.com
Sabam Sirait, Gus Sholah dan KH Ahmad Bagja dalam sebuah diskusi di PBNU membicarakan aliansi strategis tokoh Islam dan tokoh nasionalis. (Foto: Istimewa). 

"Ketika datang ke Indonesia, saya langsung ke Jombang ke kuburan Gus Dur," ungkap Sabam.

Sabam sendiri sering berdiskusi dengan Gus Dur, baik di rumah Gus Dur di Ciganjur maupun di Kantor PBNU.

Menurut Sabam, Gus Dur dan juga keturunan KH Hasyim Asyari termasuk Gus Sholah merupakan tokoh yang mencintai bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Keluarga Gus Dur, sambung Sabam, tak pernah membedakan antara satu daerah dengan daerah yang lain maupun satu suku dengan suku lainnya. Dalam konteks inilah Sabam memiliki kesamaan dengan keluarga besar pendiri NU itu.

"Kami sama-sama dalam mencintai setiap jengkal Indonesia," ungkap Sabam.

Dengan Gus Sholah dan KH Ahmad Bagja, Sabam pernah bersama menjadi narasumber dalam satu diskusi di tahun 2014.

Saat itu Sabam diundang ke PBNU dalam diskusi bulanan dalam rangka menyongsong satu abad NU.

"Kita bicara aliansi stragetis antara kelompok Islam dan kelompok nasionalis untuk Indonesia baru," demikian Sabam.

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved