Virus Corona

Rencana Pemulangan 238 WNI di Natuna, Kemenkes: Sedang Tentukan 14 Hari Dimulai Sejak Kapan

Pemerintah mulai merancang proses skema pemulangan 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang menjalankan masa observasi

Apfia Tioconny Billy/Tribunnews.com
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Masyarakat Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono di Balitbangkes, Jakarta Pusat, Selasa (11/10/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah mulai merancang proses skema pemulangan 238 Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang menjalankan masa observasi kesehatan di Natuna.

 Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Masyarakat Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono menyebutkan sesuai protokol WHO masa observasi dilakukan selama 14 hari.

 “Kalau untuk yang di Natuna itu tentu jelas kita akan menyelesaikan masa observasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku 14 hari,” kata Anung saat ditemui di Balitbangkes, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

 Namun pemerintah sedang menentukan hitungan 14 hari dimulai pada saat 238 WNI berangkat dari Wuhan atau saat mereka tiba di Natuna.

Baca: Ciptakan Lingkungan Internet Positif, TikTok Kampanyekan #SamaSamaNyaman

 “Kita sedang komunikasikan 14 harinya itu pada saat mereka berangkat dari Wuhan atau pada saat mereka tiba di Natuna supaya tidak diributkan,” ucap Anung.

 Sementara itu para WNI memulai masa observasi kesehatan di Natuna setelah dievakuasi dari Wuhan pada tanggal 2 Feburari 2020 lalu.

 Kemudian terkait pemulangan ini akan dibahas di dalam rapat dibawah koordinasi oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

Baca: Politisi PDIP Tegas Tolak Pemulangan WNI Eks ISIS: Ngapain Ngurusi?

 “Kita akan rapat jam 2 nanti bersama Kemenko PMK membahas kepulangan, kepulangan belum tahu seperti apa tapi kita berharap semua WNI dalam keadaan baik jadi sudah selesai ya bisa pulang,” tutur Anung.

 238 WNI tersebut dievakuasi dari Provinsi Hubei, China karena penyebaran wabah novel corona virus yang semakin membahayakan dan kota-kota di China yang di-lockdown.

 Hingga saat ini tercatat ada 1.013 orang meninggal akibat virus yang menyebabkan peradangan di saluran pernafasan itu dan 42.000 orang positif terjangkit novel corona virus.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved