Ibu Kota Baru

Ada 8 Negara Minat Investasi Di Ibu Kota Baru, Bappenas: Kita Lihat Skemanya

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyebut ada delapan negara yang melirik kawasan itu untuk berinvestasi

Ada 8 Negara Minat Investasi Di Ibu Kota Baru, Bappenas: Kita Lihat Skemanya
Kementerian PUPR
Pemenang pertama sayembara gagasan desain kawasan ibu kota negara berjudul Nagara Rimba Nusa 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Relokasi Ibu Kota (Negara) dari Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ternyata menarik minat sejumlah negara untuk menanamkan modalnya.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyebut ada delapan negara yang melirik kawasan itu untuk berinvestasi.

Negara-negara tersebut meliputi Inggris, Amerika Serikat (AS), China, Singapura, Jerman, Denmark, Italia dan Uni Emirat Arab (UEA).

Namun tawaran kucuran dana ini harus dipertimbangkan secara bijak oleh pemerintah agar menguntungkan kedua belah pihak.

Baca: Ibu Kota Negara Baru akan Berorientasi pada Transportasi Publik

Baca: Chord Gitar Lagu Ibu - Iwan Fals, Ribuan Kilo Jalan yang Kau Tempuh, Lewati Rintang Untuk Aku Anakmu

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa usai acara Dialog Nasional VI terkait Pemindahan Ibu Kota Negara bertajuk 'Menuju Ibu Kota Negara Lestari dan Berkelanjutan'.

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah melakukan kajian terhadap skema yang ditawarkan.

"Kita harus lihat skema yang mereka tawarkan, (harus) baik untuk kepentingan mereka sendiri dan untuk kepentingan kita," ujar Suharso, di Gedung Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020) sore.

Suharso menegaskan bahwa tentunya jika kelak kerja sama dalam bidang investasi ini terealisasi, diharapkan tidak merugikan salah satu pihak.

"Jangan sampai kita menawarkan sesuatu yang tidak proper untuk mereka, nanti mereka kecewa, kita juga ikut kecewa," kata Suharso.

Perlu diketahui, untuk merealisasikan pembangunan IKN di Kalimantan Timur ini membutuhkan lahan seluas 256.000 hektar.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved