Jokowi Jabat Tangan Dengan Pendukung Pembebasan Papua di Australia, Berikut Pernyataan Istana

Wartawan Sydney Morning Herald James Massola mengunggah foto Jokowi yang tampak bersalaman dengan Brant.

Tangkap Layar akun YouTube KompasTV
Pro Kontra Kasus Pemulangan WNI Eks ISIS, Jokowi: Masih Dikaji Ulang, Kalau Pendapat Pribadi Tidak. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo disebut-sebut bersalaman dengan tokoh pendukung pembebasan Papua sekaligus anggota parlemen Australia Adam Brant, saat ia melawat ke negeri kangguru pada 8-10 Februari.

Wartawan Sydney Morning Herald James Massola mengunggah foto Jokowi yang tampak bersalaman dengan Brant.

Brant terlihat mengenakan pin bintang kejora, lambang bendera Organisasi Papua Merdeka, di kerah jasnya.

Namun Massola tak menyebutkan kapan dan dimana peristiwa itu berlangsung.

"Awkward. @ jokowi shaking hands with Greens MP Adam Bandt, who is wearing a Morning Star badge on his lapel," tulis Massola di akun twitter pribadinya, Senin (10/2/2020).

Menanggapi hal tersebut, Staf Khusus Presiden bidang Hukum Dini Shanti Purwono menyatakan, tidak ada acara spesifik yang mempertemukan Jokowi dengan Brant.

Ia mengatakan, Presiden bersalaman dan berfoto dengan banyak orang, termasuk Brant, saat berkunjung ke negeri kangguru.

"Yang saya tahu dari tim yang mendampingi Presiden pada saat kunjungan, tidak ada acara spesifik terkait hal tersebut. Presiden bersalaman, berfoto dengan banyak orang di sana. Tapi tidak ada informasi khusus terkait tokoh tersebut," kata Dini kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Rabu (12/2/2020).

Baca: Raih 331 Suara, Zulkifli Hasan Kembali Terpilih Jadi Ketua Umum PAN Periode 2020-2025

Baca: Ada Restu Istana Atas Kemenangan Zulkifli Hasan di Kongres PAN?

Baca: Mertua Sekkab Lamongan Dihabisi Pembunuh Bayaran, Ini Pengakuan Sang Otak yang juga Anak Tiri Korban

Ia mengatakan hingga kini sikap pemerintah Indonesia masih sama.

Indonesia selalu menganggap Papua adalab bagian dari Indonesia sehingga rakyat Papua adalah rakyat Indonesia.

Ia pun mengatakan, Jokowi akan melanjutkan perhatian dan komitmennya untuk membangun dan menyejahterakan rakyat Papua.

"Komitmen itu terlihat jelas bahwa selama 5 tahun kemarin 13 kali Presiden berkunjung ke Papua. Komitmen ini akan dilanjutkan ke depan dan tidak akan berubah," lanjut dia. (Rahmat Nur Hakim)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Kata Istana soal Jokowi Salaman dengan Pendukung Pembebasan Papua di Australia"

Berita Populer
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved