KPK Bantu Operasi Pengawasan MA Usut Gratifikasi

KPK berharap dengan semakin kuatnya badan pengawasan di MA, hal ini juga dapat mencegah praktek tercela yang sama terulang kembali

KPK Bantu Operasi Pengawasan MA Usut Gratifikasi
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi trigger mechanism Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tim Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK telah membantu Badan Pengawasan (Bawas) Mahkamah Agung (MA) untuk melakukan operasi mendadak di Pengadilan Negeri Jakarta Barat

Sidak itu terkait adanya laporan yang diterima Bawas tentang adanya dugaan perbuatan tercela berupa penerimaan sejumlah uang oleh oknum pegawai PN Jakarta Barat pada Jumat (5/2/2020).

Juru Bicara KPK Ali Fikri menerangkan, pada operasi tersebut ditemukan barang bukti uang sebesar Rp15.000.000. Meskipun jumlah dugaan penerimaan gratifikasi terbilang kecil, menurutnya, hal ini perlu dilakukan sekaligus untuk memperkuat Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) yang ada di MA.

Baca: Mabes Polri Diminta Ambil Alih Kasus Kematian Janggal Ansel Wora di Ende

"KPK berharap dengan semakin kuatnya badan pengawasan di MA, hal ini juga dapat mencegah praktek tercela yang sama terulang kembali," kata Ali, Rabu (12/2/2020).

Berikutnya, Ali berujar, tindak lanjut operasi tersebut sepenuhnya menjadi wewenang Bawas MA, baik melakukan pemeriksaan pihak-pihak terkait yang di duga sebagai penerima maupun sebagai pemberi uang.

Baca: Digrebek Bareng Lucinta Luna, Identitas Abash Buat Polisi Garuk-garuk Kepala: Itu Istrinya Ya?

"Namun demikian apabila diperlukan bantuan lebih lanjut, KPK tentu siap," ujarnya.

KPK, kata Ali, mengingatkan pada seluruh aparatur yang bertugas di kekuasaan kehakiman agar menghindari praktek suap, gratifikasi, pemerasan atau penerimaan dalam bentuk apapun yang berhubungan dengan jabatan.

"Kerjasama KPK-Bawas MA ini diharapkan menjadi aspek jera agar pegawai lain baik hakim, panitera dan seluruh pegawai pada lingkungan MA agar tidak melakukan perbuatan yang serupa," kata Ali.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved