Virus Corona

Limbah WNI yang Sedang Diobservasi di Natuna Segera Dimusnahkan

Selain proses kepualangan 238 WNI di Natuna, pemerintah juga tengah menyiapkan rencana pemusnahan limbah para WNI.

Limbah WNI yang Sedang Diobservasi di Natuna Segera Dimusnahkan
Puspen TNI/Puspen TNI
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksdya TNI Yudo Margono, S.E., M.M. selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Operasi Bantuan Kemanusiaan Natuna, melaksanakan olahraga bersama dengan Seluruh Elemen Masyarakat, pemuda, pelajar, Pemkab Natuna serta TNI dan Polri. di Pantai Piwang, Kec. Bunguran Timur, Kab. Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (9/2/2020). Acara tersebut juga dihadiri oleh pejabat dari Kemenkes RI yaitu Dirjen Farmakes dra. Enko Sosialine Maghdalena, App. M.kes, Kadiskes Prov Kepri dr. Cecep Yudiana M.kes, Kadiskes Pemkab Natuna, DPRD Natuna. (Puspen TNI) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Selain proses kepualangan 238 WNI di Natuna, pemerintah juga tengah menyiapkan rencana pemusnahan limbah para WNI.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Masyarakat Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono menyebutkan sedang disiapkan cara yang paling tepat yang bisa dilakukan di Indonesia.

Termasuk memikirkan rencana membakar limbah sisa tersehut dengan suhu diatas 100 derajat celcius sesuai tatanan global namun masih disesuaikan dengan kondisi di Indonesua terlebih dulu.

“Kita menyiapkan kondisi-kondisi yang memungkinkan terjadi dan dilakukan di Indonesia. Jadi saya belum ada keputusan akan dibakar atau gimana,” ucap Anung saat ditemui di Balitbangkes, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Baca: Ratusan Warga di Sekitar Karantina Virus Corona di Natuna Diajak Makan Ayam Goreng

Baca: Observasi 238 WNI di Natuna Selesai Sabtu, Menkes Terawan Koordinasikan Pemulangan Mereka

Namun yang pasti nantinya akan ada dua tahap pengelolaan sampah yang pertama adalah sampah dimasukan ke dalam autoclave terlebih dulu untuk disterilkan terlebih dulu pada suhu tertentu.

“Suhunya sudah 315 jadi kan sudah aman, Maksudnya sudah tidak ada kontaminan lain,” kata Anung.

Kemudian sampah dimasukkan ke dalam tas hitam untuk dihancurkan di rumah sakit yang memiliki degenerator dengan suhu yang lebih tinggi. Lalu limbah cairnya didesinfeksi.

Baru dimasukkan tas hitam, nanti dihancurkan di rumah sakit yang degeneratornya punya suhu yg lebih tinggi.

Untuk limbah cair pembersihan kuman dilakukan dengan cara dilakuka desinfeksi.

Sementara untuk sampah-samapah kecil seperti tisu nantinya akan dikumpulaj disemrotian desinfektan sebelum dikubur pada kedalaman tertentu

“Kita kumpulin dikasih desinfektan dulu, setelah itu dikubur dengan kedalaman tertentu di lingkungan hanggar sehingga kontaminannya sudah tidak ada lagi. Itu yang kita lakukan untuk yang di Natuna,” kata Anung.

Proses pembersihan limbah juga turut menjadi perhatian mengingat 238 WNI yang diobservasi di Natun ini sempat berada di 15 kota yang dikarantina pemerintah China karena rawan penyebaran novel corona virus.

Proses observasi kesehatan di Natuna berjalan 14 hari sejak 2 Februari 2020 lalu sesuai dengan protokol WHO untuk memastikan kesehatan mereka dari virus yang telah menyebabkan 1.013 orang meninggal dunia itu.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved