Virus Corona

Turis China Takut Pulang ke Negaranya karena Virus Corona, Mereka Pilih Bertahan di Bali

Hanya 61 orang, termasuk 12 anak, yang menerima tawaran tersebut dan terbang bersama maskapai China Eastern Airlines ke Wuhan Sabtu (8/2) kemarin.

Shanghaiist
Ilustrasi. 

AFP melaporkan otoritas imigrasi Bali menolak masuk 41 pelancong berkebangsaan Rusia, Brazil, Selandia Baru, Moroko, dan Inggris, karena mereka berkunjung ke China baru-baru ini.

Hingga saat ini, setidaknya 700 orang di China meninggal dunia setelah terjangkiti virus baru corona.

'Sudah rugi 30%'

Wabah virus corona tak hanya berdampak pada perjalanan dari dan ke China, tapi juga ke negara Asia lainnya, seperti Singapura dan Thailand, karena orang-orang takut bepergian, ujar Sekretaris Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno.

Hingga awal Februari, kata Pauline, wabah itu telah membuat pengusaha jasa pariwisata kehilangan 30% keuntungan akibat pembatalan atau penundaan perjalanan.

Sebagian besar toko dan pasar di Wuhan tidak beroperasi sejak penyebaran virus corona.

"Potential loss-nya akan lebih banyak lagi (dari 30%)," ujar Pauline.

Sebelumnya, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) memprediksi potensi kerugian sektor industri pariwisata mencapai puluhan miliar per bulan karena anjloknya turis dari China.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kunjungan wisatawan China ke Indonesia selama Januari sampai Juni 2019 mencapai 1,05 juta orang, terbanyak kedua setelah wisatawan Malaysia.

Wabah virus corona diperkirakan akan membuat pertumbuhan ekonomi global menurun.

Halaman
123
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved