Sindikat Mafia Jual Beli Rumah Mewah di Jabodetabek Terbongkar, Pakai Kantor Noitaris Palsu

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan pihaknya telah menetapkan 10 tersangka dalam kasus tersebut.

Sindikat Mafia Jual Beli Rumah Mewah di Jabodetabek Terbongkar, Pakai Kantor Noitaris Palsu
Vincentius Jyestha/Tribunnews.com
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Polda Metro Jaya membongkar sindikat mafia tanah terkait kasus penipuan jual beli rumah mewah di kawasan Jakarta Selatan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan pihaknya telah menetapkan 10 tersangka dalam kasus tersebut.

Tujuh tersangka diketahui bernama Raden Handi, Arnold Yosep, Henry Primariady, Siti Djubaedah, Bugi Martono, Dimas Okgi Saputra, dan Denny Elza.

Dua orang tersangka bernama Neneng dan Diah Ayu masih buron dan telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sementara satu tersangka lainnya bernama Dedi Rusmanto. Yang bersangkutan adalah narapidana yang tengah menjalani hukuman di Lapas Cipinang.

Baca: Bongkar Sindikat Mafia Tanah, Menteri ATR/BPN : Komitmen Serius Bereskan Masalah Pertanahan

Baca: Cegah Pengaturan Skor, Satgas Antimafia Bola Jilid III Mulai Kembali Aktif

Nana menjelaskan kasus ini terungkap dari laporan salah satu korban yang bernama Indra Hosein pada akhir tahun 2019. Indra awalnya hendak menjual rumahnya kepada tersangka Diah Ayu sebesar Rp70 miliar.

Diah pun mengajak Indra yang diwakili rekannya bernama Lutfi untuk mengecek keaslian sertifikat rumahnya ke kantor notaris palsu. Notaris tersebut adalah rekan Diah yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

"Itu notaris fiktif dengan nama kantor Notaris Idham. Disana ada tersangka Raden Handi yang mengaku sebagai notaris Idham. Di kantor Notaris Idham, korban memberikan fotokopi (sertifikat) untuk dicek di (kantor) Badan Pertahanan Nasional (BPN) Jakarta Selatan," ujar Nana, di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).

Lutfi kemudian ditemani oleh tersangka Dedi Rusmanto menyambangi BPN Jakarta Selatan. Namun ternyata Dedi menukar sertifikat rumah asli dengan sertifikat palsu dengan upah Rp30 juta.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved