Virus Corona

Selama Wabah Corona, Ekspor-Impor Tidak Mengalami Perubahan Signifikan

Wabah virus Corona atau convid-19 di China sempat dikhawatirkan akan berdampak pada perekonomian Indonesia.

Selama Wabah Corona, Ekspor-Impor Tidak Mengalami Perubahan Signifikan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wabah virus Corona atau convid-19 di China sempat dikhawatirkan akan berdampak pada perekonomian Indonesia.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea Cukai, R Syarif Hidayat mengatakan bahwa berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, ekspor-impor tidak berubah signifikan selama berkembangnya wabah Corona.

Baca: Pemuda Ini Mengaku Menyesal ke Suriah, Tertipu Propaganda ISIS di Media Sosial

Baca: Harga Daging Kelelawar di Tomohon Anjlok Gara-gara Virus Corona

"Jika melihat tren bulan ke bulan dari Januari hingga Desember tidak ada perubahan signifikan," kata Syarif di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Menurutnya perubahan jumlah ekspor-impor terjadi, lebih karena siklus tahunan, bukan karena wabah Corona. Siklus tahunan yang dimaksud yakni perayaan Imlek di China, yang mana lalu lintas barang menurun. China merupakan negera sumber Impor terbesar Indonesia.

Baca: Fakta Baru Benda yang Diduga Emas Batangan Bergambar Soekarno di Jambi

Baca: Mampukah Indonesia Deteksi Penyebaran Virus Corona?

"Data (perubahan) yang ada saat ini belum menunjukkan adanya indikasi pengaruh wabah corona," katanya.

Termasuk menurutnya, penurunan pengiriman barang dari enam Pelabuhan di China ke Indonesia. Dari seluruh pelabuhan yang digunakan, empat diantaranya mengalami penurunan.

Keempat pelabuhan tersebut yakni Qindao yang turun sebesar 61,83 persen pada Februari 2020 dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, selain itu Xingang yang turun 38,11 persen. Lalu pelabuhan Dalian yang turun 67,77 persen, dan Shanghai turun 72,37 persen.

Penurunan tersebut menurutnya belum bisa dipastikan karena wabah virus Corona pasalnya dua pelabuhan yang dekat dengan kota Wuhan justru mengalami kenaikan pengiriman barang ke Indonesia.
Dua pelabuhan itu yakni Lianyungan yang naik 60,54 persen, dan pelabuhan Zhanjiagang naik 13,43 persen.

"Meski 4 pelabuhan terjadi penurunan tapi tidak bisa dikaitkan dengan corona. Ini barang impor dari melalui laut dari China dan itu prosesnya panjang perjalanannya butuh waktu satu minggu lebih, sehingga efeknya belum kelihatan," katanya.

Menurutnya penurunan pengiriman barang ke Indonesia dari China tersebut karena para importir sudah mengantisipasi siklus tahunan Imlek dengan meningkatkan pengiriman barang di bulan Desember. Hal itu untuk menutup ketiadaan Impor pada saat Imlek.

"Untuk terakhir antisipasi, pengusaha sebetulnya sudah tahu, kalau ada siklus tahunan biasanya mereka impor sebelum imlek, jadi mereka sudah impor lebih banyak di Desember untuk menutup ketiadaan impor di Imlek," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved