Virus Corona

Keluarga Peserta Observasi Natuna Bentangkan Tulisan 'Welcome Home' di Bandara Halim

Satu diantaranya dengan menuliskan pesan 'Welcome Home' yang dibuat dengan potongan kertas karton berwarna putih.

Keluarga Peserta Observasi Natuna Bentangkan Tulisan 'Welcome Home' di Bandara Halim
Igman Ibrahim
Keluarga peserta observasi Natuna dari Wuhan, China 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga peserta observasi Natuna dari Wuhan, China memberikan pesan dukungan jelang kedatangan sanak famili di sekitar kawasan VIP Room, Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com pukul 15.48 WIB, sejumlah keluarga peserta observasi mulai memadati kawasan lokasi penjemputan. Beberapa diantaranya tampak menunggu dengan memberikan pesan moril dengan cara kreatif.

Satu diantaranya dengan menuliskan pesan 'Welcome Home' yang dibuat dengan potongan kertas karton berwarna putih.

Baca: Mata Nibras Berkaca-kaca Menanti Kedatangan Zakiyah, Keponakannya Yang Diobervasi di Natuna

Pihak keluarga pun menjejerkan tulisan tersebut ke hadapan awak media.

Ayah peserta observasi, Muhammad Cikanang, memastikan sang anak, Yusuf Azhar dalam kondisi sehat dan tidak sama sekali terjangkit virus Corona. Bahkan untuk memastikan hal itu, ia mengaku tak perlu mengenakan masker saat menjemput anaknya itu.

Diketahui, Cikanang bersama istrinya sengaja menjemput anaknya setelah mengetahui kabar dari pemberitaan WNI yang usai diobservasi dari Natuna akan dikembalikan di Bandara Halim. Mereka jauh-jauh datang dari rumahnya di Griya Cimangir, Bogor untuk menyambut anaknya itu.

"Bahkan kami bertiga menjemput enggak pakai masker karena memang anak saya sehat di sana," kata Cikanang saat ditemui di Bandara Halim, Jakarta, Sabtu (15/2/2020) sore.

Baca: Yakin Sehat, Orang Tua Mahasiswa Universitas Wuhan Jemput Sang Anak Tanpa Pakai Masker

Yusuf Azhar adalah satu di antara 238 WNI yang ikut diobservasi di Natuna usai dievakuasi dari Wuhan, China. Di negeri tirai bambu itu, Yusuf memang datang untuk menempuh pendidikan beasiswa jurusan Bisnis di Universitas Wuhan.

Menurut Ayahnya, Yusuf Azhar disebut sengaja mengambil pendidikan di China untuk mengejar ilmu pengetahuan setinggi-tingginya. Sebab, Yusuf sejak sekolah menempuh pendidikan di pesantren.

"Kebetulan Anak saya di pondok pesantren 6 tahun. Jadi dia ingin tuntutlah ilmu sampai negeri China," tandas dia.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved