Sebut Laporan Veronica Koman Fitnah untuk Cari Makan, Kapolda Papua: Jangan Jual Negara & Bangsa Ini

Kapolda Papua Sebut Laporan Veronica Koman Fitnah untuk Cari Makan: Jangan Jual Negara & Bangsa Ini

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pejabat baru Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpau (kiri) bersama pejabat lama Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja (kanan) melakukan salam komando usai serah terima jabatan pati Mabes Polri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/9/2019). Kapolri melantik tiga kapolda baru yakni Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpau, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya dan Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Merdisyam. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM - Laporan Veronica Koman tentang tahanan politik dan korban tewas di Nduga mendapatkan perhatian Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw.

Paulus menyebut laporan itu hanya fitnah yang dibuat Veronica Koman untuk sekadar cari makan saja.

Dia pun meminta Koman untuk tidak menjual negara dan bangsanya sendiri.

Berikut ulasan lengkapnya. 

Veronica Koman dalam wawancara dengan ABC, pada Kamis (3/10/2019) malam. (ABC.net.au / ABC TV: THE WORLD)
Veronica Koman dalam wawancara dengan ABC, pada Kamis (3/10/2019) malam. (ABC.net.au / ABC TV: THE WORLD) (ABC.net.au / ABC TV: THE WORLD)

Beberapa hari yang lalu, pengacara Hak Asasi Manusia (HAM) Veronica Koman memberikan laporan soal 57 tahanan politik serta 243 korban sipil yang tewas di Nduga, Papua, sejak Desember 2018, kepada Presiden Joko Widodo.

Walhasil, banyak figur publik yang mengomentari laporan tersebut.

Satu diantaranya adalah sang Kapolda Papua, irjen Paulus Waterpauw.

Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw
Kapolda Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw (KOMPAS/ IRSUL PANCA ADITRA)

Salah satunya yang juga berkomentar adalah Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw.

Ia menjelaskan laporan Veronica Koman soal 57 tahanan politik tidak benar.

HALAMAN SELENGKAPNYA>>>>>>>>>>>>

Editor: Irsan Yamananda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved