Virus Corona

Kemenkes Ambil 104 Spesimen dari 39 Rumah Sakit di Indonesia, Semuanya Negatif Corona

Dalam mengantisipasi wabah Virus Corona, Kementerian Kesehatan menurutnya memperkuat pintu masuk negara.

Kemenkes Ambil 104 Spesimen dari 39 Rumah Sakit di Indonesia, Semuanya Negatif Corona
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas membawa kardus yang berisi masker bantuan dari PMI pusat yang baru tiba di Bandara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). Sebanyak 20 ribu masker bantuan tersebut nantinya akan dibagikan untuk warga sebagai antisipasi tertular virus Corona, dikarenakan Batam dan Natuna menjadi lokasi transit dan observasi bagi 238 orang WNI dari Wuhan, Hubei, China. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Sekretaris Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan bahwa dari 104 spesimen yang diambil dari 39 rumah sakit di 19 provinsi di Indonesia, seluruhnya negatif virus Corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan Yurianto saat rapat bersama Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) di Jakarta, Senin, (17/2/2020).

"Sehingga Alhamdulillah sampai sekarang negatif," ujarnya.

Meskipun demikian pihaknya terus melakukan pengawasan aktif di sejumlah pintu masuk Indonesia, mulai dari perbatasan, bandara, dan pelabuhan untuk mengantisipasi wabah Virus Corona.

"Survaillance aktif dilakukan terus sehingga, setiap orang dengan gejala mengarah ke covid19 dan memiliki riwayat kontak dengan terduga confirm, misalnya melakukan perjalanan dari mainland china atau negara lain yang terindikasi confirm positif kami akan ambil spesimennya dan dilakukan pemeriksaan. Oleh karena itu, pekerjaan kami cukup besar dan kami ketatkan koordinasi dengan lintas sektor," katanya.

Baca: Masa Karantina Ditambah, 46 Warga AS Penumpang Kapal Diamond Princess Positif Corona Tak Bisa Pulang

Dalam mengantisipasi wabah Virus Corona, Kementerian Kesehatan menurutnya memperkuat pintu masuk negara.

Hal itu menurutnya merupakan sistem lama yang dipakai Kementerian Kesehatan dalam menangkal wabah virus dari negara lain. Sejak 2011 pihaknya menerapkan pengawasan ketat di pintu masuk negara karena ada ancaman virus Corona jenis lain yakni Flu Onta.

"Ancaman ini nyata karena setiap tahun sepanjang hari ada 1,4 juta Muslim Indonesi, umrah dan haji. Hanya dibedakan, pintu masuk dan keluar negara sudah ditentukan, dan yang dilakukan adalah kewaspadaan terkait penyakit MERSCov," katanya.

Adapun penguatan sistem masuk negara diantara yakni dengan deteksi suhu tubuh dan pemberian health alert card. Selain itu pengawasan terhadap mereka yang baru berkunjung dari China.

"Sampai saat ini, hal itu masih kami lakukan dan diperketat, karena kami sadar pintu masuk tak hanya bandara, namun laut. Kami bekerja sama dengan seluruh otoritas bandara dan kami koordinasi dengan seluruh instansi terkait," pungkasnya. 

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved