KPK Apresiasi Hakim Tolak Praperadilan MAKI

Kata Ali, penyidik KPK sampai dengan saat ini tetap harus bekerja dan fokus menyelesaikan pemberkasan perkara untuk keempat tersangka dalam kasus ini

KPK Apresiasi Hakim Tolak Praperadilan MAKI
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menolak gugatan praperadilan yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terhadap pimpinan dan dewan pengawas KPK dalam kasus dugaan suap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Terhadap putusan gugatan praperadilan yang diajukan oleh MAKI tentu KPK mengapresiasi putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (17/2/2020).

Baca: Tim KPK Geledah Kantor DPRD Tulungagung Ketika Para Anggota Dewan Sedang Kunker

Kata Ali, penyidik KPK sampai dengan saat ini tetap harus bekerja dan fokus menyelesaikan pemberkasan perkara untuk keempat tersangka dalam kasus ini.

Ia menegaskan, KPK tak segan untuk menetapkan tersangka baru.

"Tentunya pengembangan perkara sangat dimungkinkan dengan nanti melihat lebih dahulu fakta-fakta persidangan dan kemudian apabila ditemukan bukti permulaan yang cukup tentu KPK tidak segan-segan untuk menetapkan pihak lain sebagai tersangka," kata Ali.

Diberitakan sebelumnya, hakim menolak permohonan MAKI setelah menerima salah satu poin eksepsi KPK, yakni KPK dapat menghentikan penyidikan dan penuntutan terhadap perkara tindak pidana korupsi yang penyidikannya tidak selesai dalam waktu 2 tahun.

"Eksepsi termohon dapat dikabulkan sehingga hakim tidak akan menimbangkan eksepsi yang lain," ujar Hakim Ratmoho dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).

"Maka permohonan praperadilan tidak dapat diterima," tambah dia.

Selain itu, Hakim Ratmoho menilai KPK masih memiliki waktu dua tahun hingga 2022 untuk melakukan penyidikan dalam kasus dugaan suap wahyu Setiawan.

Halaman
12
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved