Virus Corona

Wiranto Sebut Indonesia Siaga Darurat Wabah Virus Corona

ia meminta kepada masyarakat untuk bersiaga agar antisipasi wabah virus corona tidak masuk ke dalam status tanggap darurat.

Wiranto Sebut Indonesia Siaga Darurat Wabah Virus Corona
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Wiranto mengatakan bahwa status Indonesia menghadapi wabah virus corona yakni Siaga Darurat.

Oleh karena itu ia meminta kepada masyarakat untuk bersiaga agar antisipasi wabah virus corona tidak masuk ke dalam status tanggap darurat.

"Menteri Kesehatan juga sudah menyampaikan ya, lewat perwakilannya tadi bahwa kita saat ini menghadapi virus korona memang pada tahap siaga darurat ya. Siaga darurat artinya kita meminta kebersamaan seluruh masyarakat untuk sama-sama siaga jangan sampai virus itu kemudian bisa masuk dan menyebar sampai kita tanggap darurat," ujar Wiranto, di Kantor Watimpres, Jakarta, Senin, (17/2/2020).

Baca: Cerita Mahasiswa yang Sembuh dari Virus Corona Seusai Minum Obat HIV Kaletra

Ia mengatakan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga agar perkembangan wabah virus Corona atau Covid-19 di China tidak sampai ke Indonesia. Salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat.

 "Kita hindari tanggap darurat ya. Jadi kembali tadi, hasil rapat tadi sebenarnya mengimbau seluruh masyarakat berpartisipasi untuk menjaga agar Indonesia bisa terbebas dari virus ini dalam kondisi siaga darurat, tidak meningkat kepada tanggap darurat," katanya.

Baca: Korban Tewas Akibat Virus Corona Sudah Sentuh 1.770 Orang di China

Sebelumnya, Sekretaris Direktorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan bahwa dari 104 spesimen yang diambil dari 39 rumah sakit di 19 provinsi di Indonesia, seluruhnya negatif virus Corona atau Covid-19.

"Sehingga Alhamdulillah sampai sekarang negatif," ujarnya di Kantor Watimpres, Jakarta, Senin, (17/2/2020).

Meskipun demikian pihaknya terus melakukan pengawasan aktif terus dilakukan di sejumlah pintu masuk Indonesia, mulai dari perbatasan, Bandara, dan pelabuhan untuk mengantisipasi wabah Virus Corona.

Baca: Menko PMK Muhadjir: 104 Spesimen Virus Corona di Indonesia, 102 Negatif dan 2 Masih Diperiksa

"Survaillance aktif dilakukan terus sehingga, setiap orang dengan gejala mengarah ke covid19 dan memiliki riwayat kontak dengan terduga confirm, misalnya melakukan perjalanan dari mainland china atau negara lain yang terindikasi confirm positif kami akan ambil spesimennya dan dilakukan pemeriksaan. Oleh karena itu, pekerjaan kami cukup besar dan kami ketatkan koordinasi dengan lintas sektor," katanya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved