Virus Corona

Cerita Kemenkes Tentang Milenial Sulit Tidur Karena Ketergantungan Gadget di Tempat Observasi Natuna

Rupanya, ia menjelaskan alasan kaum milenial itu sulit tidur karena mereka sangat tergantung dengan gadget.

(KOMPAS.COM/HADI MAULANA)
Tepat pukul 13.15 sebagian WNI yang telah menjalani masa karantina selama 14 hari di Hangggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) diterbangkan ke Jakarta. Hal ini juga merupakan tanda berakhirnya masa observasi dan karantina yang dilakukan pemerintah pusat terhadap WNI dari Wuhan, Sabtu (15/2/2020). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Mafani Fidesya Hutauruk

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Subdirektorat Pelayanan Gawat Darurat Terpadu Kementerian Kesehatan dokter Budi Sylvana bercerita pengalamannya saat di tempat observasi Natuna.

Hal itu disampaikannya pada wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Rakerkesnas Kemenkes, Jakarta, Selasa, (18/02/2020).

Satu di antara kejadian yang dokter Budi ceritakan pada wawancara khusus adalah kebiasaan para peserta observasi sebelum tidur.

Baca: Sempat Diisolasi, Mahasiswa di Maluku Dinyatakan Negatif Corona

Ia memahami kebiasaan rata-rata anak milenial yang kesehariannya menggunakan gadget itu.

Namun, ia mengkhawatirkan jika para peserta tidak tidur pada jamnya berdampak pada kesehatan.

Kemudian dokter Budi bercerita pada seminggu terakhir di sana ia berkata kepada peserta observasi untuk menjaga kesehatan masing-masing.

Baca: Kemenkes Akui Peserta Observasi di Natuna Mudah Diatur

"Kalian harus tetap sehat dan harus jaga kesehatan kalian. Satu gagal, kita gagal semua. Satu ada yang sakit itu gagal semua. Jadi tolong dong tidurnya dicukupi," ucapnya.

Rupanya, ia menjelaskan alasan kaum milenial itu sulit tidur karena mereka sangat tergantung dengan gadget.

"Tidurnya sedikit mereka ini," ucap dokter Budi menjelaskan kebiasaan peserta observasi yang 90 persen lebih itu mahasiswa S1, S2, dan S3.

Baca: Bongkar Septic Tank Klinik Aborsi, Polisi Kumpulkan Satu Karung Lebih Janin

Dalam hal itu ia mengaku kewalahan mengatur para peserta observasi menjelang jam tidurnya.

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved