Breaking News:

Tudingan Oligarki Politik Menguat Tak Relevan dan Cenderung Tendensius

Politisi Partai NasDem Willy Aditya menilai, oligarki hanya relevan di alam demokrasi yang tertutup.

Wahyu Aji/Tribunnews.com
Anggota Komisi I DPR RI Willy Aditya. 

Bagi Willy, apa yang terjadi di alam demokrasi Indonesia adalah keniscayaan atas sistem politik dan demokrasi yang berlaku di Indonesia.

Para kontestan hanya mengoptimalkan peluang-peluang yang ada.

Secara retorik, Willy mempertanyakan pemaknaan oligarki oleh Nagara Institute.

Soal kedekatan atau hubungan mereka yang terpilih sebagai anggota DPR dengan pejabat publik, itu bukanlah oligarki.

"Apa sih oligarki itu? Kalau yang dimaksud adalah oligarki adalah pemerintahan segelintir orang, apa itu terjadi saat ini? Kalau yang dimaksud adalah persekongkolan, apakah terjadi persekongkolan dari mereka yang dekat dengan pejabat publik?" katanya.

Baca: MAKI: Apa Susahnya Tangkap Harun Masiku?

Lagi pula, menurut Willy, jumlah yang diidentifikasi oleh Nagara tergolong dan tidak mencerminkan adanya oligarki.

"Angka 17 persen adalah angka yang kecil. Dan justru itu membantah simpulan yang disampaikan oleh Nagara sendiri soal oligarki ini," ujarnya. (*)

Penulis: Wahyu Aji
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved