Breaking News:

Berita Viral

Viral Kejadian Tertimpa Pohon di Sleman, Istri Keguguran dan Patah Tulang, Ini Kata Suami & Pemkab

Endi bercerita tentang kondisi istrinya saat ini, setelah kejadian tertimpa pohon di daerah Sleman, Yogyakarta Rabu (5/2/2020) silam.

twitter.com/bogalbogel
Endi Yogananta, korban dari pohon tumbang di Sleman, harus kehilangan putra pertama dan istrinya masih dirawat di rumah sakit. 

“Rp 10 juta karena adanya korban jiwa, lalu yang Rp 8 juta untuk biaya perawatan istri,” imbuhnya.

Akan tetapi bantuan senilai Rp 18 juta tersebut tidak serta merta ia terima.

Baca: Viral Kisah Kakek Terinfeksi Virus Corona di China, Baru Dapat Kasur 3 Jam Sebelum Meninggal Dunia

“Mereka minta KTP dan KK saya sebagai syarat pencairan dana, namun saya masih rembugan terlebih dahulu dengan pihak keluarga dan penasehat hukum," ungkapnya.

Ia mengaku nominal dana yang diberikan pemerintah daerah Sleman tidak mampu untuk menutup kebutuhannya.

“Jujur kalau dinilai segitu saya merasa tidak cukup, untuk biaya di PKU saja nggak nutup, belum lagi setelah nanti dioperasi, biaya Rp 16-20 juta, belum lagi pemasangan plat, recovery istri saya,” ungkapnya.

Atas kondisi yang dialami, istri Endi sudah tidak bisa lagi melahirkan secara normal.

“Juga nanti istri saya harus cesar, kan mahal,” ungkapnya.

Endi mengaku kecewa terhadap Pemkab Sleman karena menganggap kejadian tersebut sebagai bencana, bukan kelalaian.

“Sudah saya sampaikan ke pihak pemerintah, BPBD bilang 'sabar ya mas, kami terbentur peraturan yang ada',” ujarnya.

Tanggapan Pemkab Sleman

Sementara itu Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi membenarkan pihaknya telah bertemu Endi dan keluarga.

"Tadi pagi saya bersama BPBD Sleman, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial ke rumah sakit, bertemu dengan Mas Endi, kita sampaikan perhatian dari Pemkab Sleman terkait peristiwa yang menimpa Mas Endi," ungkapnya kepada Tribunnews, Selasa (18/2/2020).

Shavitri juga membenarkan pihak Endi kurang menerima apa yang diberikan Pemkab Sleman.

"Mas Endi menilai apa yang diberikan Pemkab kurang meringankan," ungkapnya.

Hal ini terkait besaran jumlah bantuan yang diberikan.

Baca: Meski Erupsi Gunung Merapi Berskala Kecil, Warga Diimbaui Jauhi Radius 3 Km dari Puncak

"Besaran dana yang diberikan atas dasar aturannya, dari pihak BPBD menyebut kalau dirawat di rumah sakit, maksimal Rp 8 juta. Sedangkan untuk santunan duka cita Rp 10 juta, jadi Rp 18 juta," ungkapnya.

Shavitri menyebut besaran dana tersebut sudah sesuai dengan proses dan aturan yang berlaku.

Besaran dana disebut Shavitri sesuai dengan ketentuan bencana berat.

"Kami sudah melalui aturan-aturan yang dipegang, prosesnya sama, tahapan juga sama," ungkapnya.

"Kami sudah terangkan apa yang bisa dilakukan Pemkab Sleman sesuai aturan yang ada," imbuhnya.

(Tribunnews.com/Wahyu Gilang P)

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved