Empat Surat Panggilan untuk Istri dan Anak Nurhadi Hanya Sampai di Tangan Pak RT

Pria berkaca mata itu menyampaikan maksud kedatangannya untuk memberikan surat bagi istri dan anak Nurhadi. Toto sempat bingung karena kembali dititip

Empat Surat Panggilan untuk Istri dan Anak Nurhadi Hanya Sampai di Tangan Pak RT
Tribunnews.com/Theresia
Surat-surat panggilan KPK untuk istri dan anak buronan kasus suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA pada 2011-2016, Nurhadi ā€ˇhanya sampai di tangan Ketua RT 07 RW 06 Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Toto Hardiyono. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Surat-surat panggilan KPK untuk istri dan anak buronan kasus suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA pada 2011-2016, Nurhadi ‎hanya sampai di tangan Ketua RT 07 RW 06 Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Toto Hardiyono.

Terakhir, Toto menerima dua surat untuk istri Nurhadi, Tin Zurada (PNS/Staf Ahli Bidang Politik dan Hukum Kemenpan RB) dan anak Nurhadi, Rizqi Aulia Rahmi (swasta) pada Rabu (19/2/2019) petang.

Baca: Di Komisi VI, Taspen Sebut Mayoritas Investasi dialokasikan ke Surat Utang

Baca: Syahrini Peluk BCL yang Masih Berduka

Ketika tengah duduk santai di teras rumahnya, Toto kedatangan tamu tiga pria yang adalah petugas dari lembaga antirasuah. Toto rupanya sudah mengenal satu dari tiga pria tersebut.

Pria berkaca mata itu menyampaikan maksud kedatangannya untuk memberikan surat bagi istri dan anak Nurhadi. Toto sempat bingung karena kembali dititipi surat.

"Pak surat yang dulu pernah dititipkan ke saya saja masih ada. Sekarang dikasih lagi," ujar Toto.

Petugas tersebut menjelaskan tidak masalah surat hanya sampai di tangan Toto. Selaku Ketua RT, Toto kembali diminta menerima surat karena surat harus disalurkan.

Petugas itu mengatakan sebelum ke rumah Toto, mereka lebih dulu ke rumah Nurhadi di Jl Hang Lekir V No 6. Disana petugas bertemu dengan pemilik rumah bernama Rahmat.

Rahmat menjelaskan rumah itu bukan lagi milik Nurhadi karena sudah dijual. Saat petugas memberikan surat panggilan untuk istri dan anak Nurhadi, Rahmat menolak.

Pada Tribunnews.com, Toto sempat menunjukkan empat surat terbungkus amplop coklat. Di depan amplop tertulis tulisan RAHASIA. Toto mengaku bingung surat itu hendak diapakah.

"Jadi saya pegang empat surat, dua untuk istri Pak Nur (Nurhadi) dua lagi untuk anaknya. Saya juga bingung surat ini mau diapakah. Sementara saya simpan saja," imbuhnya.

Toto menambahkan petugas KPK sempat bercerita meski rumah Nurhadi sudah dijual, tetap saja data di Dukcapil menunjukkan rumah masih atas nama Nurhadi.

"Tadi petugas KPK cerita, kalau data di Dukcapil rumah itu masih atas nama Nurhadi," tandasnya.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved