Apa Demokrat Tersindir dengan Pernyataan Megawati 'Anak Jangan Dipaksa Maju'? Ini Kata Syarief Hasan

Syarif meminta agar publik tidak berpikir negatif soal pernyataan Megawati tersebut. Partai Demokrat pun, dikatakan Syarief, tidak merasa tersindir.

Apa Demokrat Tersindir dengan Pernyataan Megawati 'Anak Jangan Dipaksa Maju'? Ini Kata Syarief Hasan
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan tak banyak berkomentar soal pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di DPP PDIP, yang diduga menyasar ke Agus Harimurti Yudhoyono.

Syarif mengaku tidak tahu pernyataan Megawati diperuntukkan kepada siapa.

"Saya tidak tahu, tanya Bu Megawati," kata Syarief di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/2/2020).

Syarif meminta agar publik tidak berpikir negatif soal pernyataan Megawati tersebut. Partai Demokrat pun, dikatakan Syarief, tidak merasa tersindir.

"Saya pikir kita belum sampai ke sana, kita positif thiking aja," pungkasnya.

Baca: Megawati Sindir Dinasti Politik: Kalau Tidak Anakne, Kalau Ndak Istrine, Kalau Enggak Ponakanne

Seperti diketahui, sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan akan terjadi regenerasi pada pemilihan umum 2024.

Diutarakan Megawati saat memberikan sambutan dihadapan calon kepala daerah yang diusung PDIP di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2020). Megawati berpandangan akan ada perubahan dalam perpolitikan Indonesia.

"Satu, 2024 akan terjadi regenerasi. Benar, kita kita ini sudah fading away. Yang musti maju itu yang didorong itu anak-anak muda," ujar Megawati.

Namun, menurut Megawati, anak-anak muda yang tidak memiliki potensi untuk memimpin bangsa kedepan sebaiknya tidak dipaksakan untuk maju pada pemilihan. Megawati merasa jengkel dengan hal itu.

"Tapi berhentilah, kalau kalian punya anak, anaknya itu enggak bisa jangan dipaksa-paksa. Jengkel loh saya. Lah iya loh, ngapain sih kayak tidak ada orang. Kader itu ya anak kalian juga loh. Gimana yo," tutur Megawati.

Baca: Megawati: Kenapa Formula E Harus di Monas? Itu Cagar Budaya

Politik 'turun-menurun' kerap terjadi di Indonesia. Jika tidak anak yang melanjutkan 'dinasti' politik, bisa saja ucap Megawati, keluarga yang lainnya maju kembali di pemilihan.

"Kalau tidak anakne, kalau ndak istrine, kalau enggak ponakane, loh nanti pasti ada yang bilang loh Ibu kan juga, tapi kan saya membuktikan," tuturnya.

Menurut Megawati hal berbeda terjadi dengan anak-anaknya. Ia mengatakan anak-anaknya mengikutivapa yang menjadi kemauan mereka. Megawati menyontohkan putrinya, yang kini Ketua DPR Puan Maharani, tidak pernah 'diangkat-angkat' olehnya.

Baca: Megawati: Kalau Anaknya Tak Bisa Jangan Dipaksa Maju di 2024, Jengkel Saya

"Mana mungkin, memang suarannya gede. Tidak ada yang bisa nahan. Begitu. Janganlah.. yang namanya sudah. Mabok saya dengarnya," imbuh dia.

Megawati memastikan PDIP akan memberikan peluang seluas-seluasnya kepada anak muda yang memiliki kompetensi untuk maju. Tapi, bukan karena faktor kedekatan, melainkan karena faktor kemampuan.

Penulis: Reza Deni
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved