Breaking News:

Kabinet Jokowi Maruf

Nadiem Makarim dan Wishnutama Berbagi Pengalaman Jadi Menteri: Awalnya Sempat Kaget

Mendikbud Nadiem Makarim dan Menparekraf Wishnutama membagikan pengalamannya berada dalam pemerintahan, awalnya mereka mengaku sempat merasa syok

Youtube Najwa Shihab
Nadiem Makarim dan Whisnutama Berbagi Pengalaman Jadi Menteri: Awalnya Sempat Kaget 

TRIBUNNEWS.COM - Dua menteri Kabinet Indonesia Maju yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Menparekraf) Wishnutama membagikan pengalamannya berada dalam pemerintahan.

Nadiem dan Wishnutama kompak mengatakan sempat merasa kaget pada awal kariernya menjadi menteri kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan ini mereka sampaikan dalam program Mata Najwa yang diunggah YouTube Najwa Shihab, Kamis (20/2/2020).

Sebelumnya Wishnutama mengaku tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi menteri seperti sekarang.

"Enggak pernah ngebayangin sebelumnya, tetapi pas ditunjuk ya jalani aja," ungkap Wishnutama.

"Tapi memang ada kaget-kagetnya juga si," imbuhnya.

s
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, (Menparekraf) Wishnutama (YouTube Najwa Shihab)

Lebih lanjut, Wishnutama mengaku tekanan memang selalu ada, namun kalau dijalani dengan sebaik mungkin maka segala sesuatunya akan dapat dilewati.

"Positifnya (menjadi menteri) kita bisa berbuat banyak untuk orang lain," kata Wishnutama.

"Tetapi yang agak, kita musti belajar birokrasinya," imbuhnya.

"Namun intinya pada saat kita berusaha sebaik mungkin dengan tujuan yang sebaik mungkin, rasanya itu bisa dilewati," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wishnutama juga menyinggung terkait virus corona yang saat ini tengah mewabah di berbagai negara.

Diketahui pariwisata menjadi sektor paling terdampak dengan adanya virus tersebut.

Baca: Indonesia Negatif Virus Corona, Wishnutama Ajak Wisatawan Asing Datang: Please Wisata ke Indonesia

Kendati demikian Wishnutama mengaku keberadaan virus corona juga memberikan dampak positif dalam Kabinet Indonesia Maju.

"Meski virus corona memberikan dampak negatif untuk sektor pariwisata, tapi bisa kita ambil positifnya dimana kabinet terasa kompak sekali," jelasnya.

Tidak hanya Wishnutama, Mendikbud Nadiem Makarim membagikan pengalamannya sebagai orang muda yang berada dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

Nadiem menuturkan sempat syok di awal kariernya menjadi menteri.

a
 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim (YouTube Najwa Shihab)

Mengingat hal apapun yang terkait dengan dirinya dapat dipolitisasi.

"Waktu itu syok, bahwa apapun yang kita lakukan bisa diplintir ke sesuatu hal yang bukan dimaksudkan," jelas Nadiem Makarim.

"Dan emang itu yang bikin semarak di berbagai media," ujarnya.

Namun seiring berjalannya waktu Nadiem dapat lebih santai menghadapi itu semua.

"Tapi ya lama-lama karena sudah beberapa kali terjadi, kita juga lebih kalem saja sekarang," imbuhnya.

"Itu adalah bagian normal menjadi figur menteri gitu," tegasnya.

Mendikbud RI ini juga percaya bahwa setiap tekanan atau masalah yang terjadi pasti akan selalu ada cara untuk menghadapinya.

"Awalnya lumayan stres sih, sekarang meditasi lebih sering untuk menenangkan hati," kata Nadiem.

"Enggak apa-apa kita sakit-sakitan, karena dampak yang dapat dapat dilakukan di dalam dunia pendidikan itu adalah 10 hingga 20 tahun kedepa," tegasnya.

Baca: SPP Bisa Pakai Gopay, Nadiem: Tidak Ada Urusannya dengan Kemendikbud

Sontak pernyataan Nadiem mendapatkan tepuk tangan dari para penonton yang hadir dalam acara Mata Najwa malam itu.  

Dalam kesempatan itu Nadiem juga memberikan tanggapannya soal inovasi baru pembayaran uang sekolah menggunakan GoPay kini tengah ramai diperbincangkan.

Diketahui sebelum menjabat sebagai Mendikbud, Nadiem merupakan CEO Go-Jek sebuah perusahaan transportasi dan penyedia jasa berbasis daring yang beroperasi di Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara.

Menurut Nadiem, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) tidak mengurusi terkait metode pembayaran SPP untuk sekolah swasta.

"Itu kan enggak ada urusannya sama sekali dengan Kemendikbud," jelasnya.

"Sekolah-sekolah kayak swasta kan menerima apa pun cara pembayaran, dia mau pilih bank apa," imbuhnya.

"Dia mau ke metode pemilihan pembayaran apa itu bukan urusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," tegasnya.

(Tribunnews.com/Isnaya Helmi Rahma)

Penulis: Isnaya Helmi Rahma
Editor: Ifa Nabila
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved