Nama Rano Karno disebut Dalam Persidangan Karena Terima Uang Rp 1,5 Miliar, KPK: JPU yang Menilai

Kasus korupsi yang melibatkan Tubagus Chaeri Wardana dikabarkan menyeret tersangka baru dan nama Rano Karno disebut dalam persidangan.

Nama Rano Karno disebut Dalam Persidangan Karena Terima Uang Rp 1,5 Miliar, KPK: JPU yang Menilai
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Rano Karno saat saat ditemui di kediamannya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Rano Karno dikabarkan akan dipanggil Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dimintai keterangan terkait kasus pengadaan alat kesehatan di Puskesmas Tangerang Selatan.

Nama Rano Karno kembali disebut dalam sidang kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dengan terdakwa Komisaris Utama PT Bali Pasific Pragama (PT BPP) Tubagus Chaeri Wardana Chasan alias Wawan, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Komisioner KPK, Alexander Marwata mengatakan dipanggilnya Rano Karno untuk dimintai keterangan dalam kasus ini.

"Pasti nanti JPU akan melihat apakah keterangan yang bersangkutan itu signifikan atau tidak dalam rangka pembuktian persidangan," ujarnya dilansir melalui YouTube Kompas TV, Jumat (21/2/2020).

Menurutnya keputusan terkait pemanggilan Rano Karno ada ditangan JPU.

"Kita kan kan gak bisa maksa ini harus dipangggil, Nanti JPU yang akan menilai sendiri apakah akan menghadirkan yang bersangkutan dan menilai keterangan yang bersangkutan sangat dibutuhkan."

"Sementara yang bersangkutan dipanggil tidak hadir-hadir bisa minta penetapan hakim," ungkapnya.

Baca: Mantan Pegawai PT BPP Milik Wawan Ungkap Pernah Urus BPKB Mobil Untuk Catherine Wilson

Dikutip dari Kompas.com, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkap ada kemungkinan tersangka baru dalam kasus korupsi dan TPPU.

Nama Rano Karno terseret karena kesaksian saksi kasus tersebut yang mengungkap bahwa Rano Karno pernah menerima uang Rp 1,5 miliar. 

"Apabila kemudian ditemukan bukti permulaan yang cukup baik dari keterangan saksi tersebut, petunjuk dan alat bukti lain termasuk pertimbangan-pertimbangan majelis hakim maka tentu perkara akan dikembangkan dengan menetapkan tersangka lain," kata Ali, Kamis (20/2/2020).

Ali menuturkan, segala fakta yang terkuak di persidangan dengan terdakwa Wawan ini telah dicatat oleh Jaksa Penuntut Umum dan akan dituangkan pada surat tuntutan.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri
Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri (Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama)
Halaman
12
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved