Ahmad Sahroni Dorong Optimalisasi Antinarkoba di Gelaran PON 2020

Sahroni menuturkan bahwa semarak PON 2020 Papua yang akan digelar dalam hitungan beberapa bulan ke depan dapat dioptimalkan

Ahmad Sahroni Dorong Optimalisasi Antinarkoba di Gelaran PON 2020
Repro/KompasTV
Stadion Papua Bangkit di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, dalam proses pembangunan tahap akhir, Selasa (11/12/2018). Stadion berkapasitas 45.000 penonton yang dibangun di atas tanah seluas 13 hektar dan menghabiskan dana hingga Rp 1,3 triliun tersebut akan menjadi arena utama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penanganan dan pencegahan narkoba membutuhkan kreatifitas yang melibatkan semua unsur atau elemen di masyarakat.

Tak hanya kreatif dalam upaya penindakan, penegak hukum juga dituntut kreatif melakukan pencegahan lewat berbagai kegiatan-kegiatan yang mampu mendorong masyarakat menjadi aktor dalam menanggulangi penyebaran dan penyalahgunaan narkoba.

Wakil Ketua Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni mendorong Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Badan Narkotika Nasional (BNN), memanfaatkan momentum Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 yang digelar bulan Oktober mendatang sebagai ajang sosialisasi Pencegahan  Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada masyarakat.

“Saya rasa ini bisa menjadi salah satu langkah strategis bagi Polri dan BNN dalam upayanya menanggulangi persoalan narkotika di negeri ini,” kata Sahroni, Senin (24/2/2020).

Baca: Survei Median: Jika Tanpa Prabowo, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Calon Kuat Presiden 2024

Sahroni menuturkan bahwa semarak PON 2020 Papua yang akan digelar dalam hitungan beberapa bulan ke depan dapat dioptimalkan sebagai wadah pemberdayaan orang asli Papua yang terebar di seluruh Indonesia.

Khususnya kota-kota besar yang selama ini menjadi kantung-kantung anak muda Papua, menjadi influencer dalam rangka mensosialisasikan PON sekaligus menjadi duta-duta narkoba asal Papua.

“Ibarat kata pepatah, sekali kayuh, dua tiga pulau terlampaui. Winning hearts and mind,” kata Sahroni.

Menurut Sahroni, kedepan langkah ini bahkan bisa menjadi pilot project, dimana Polri-BNN dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersinergi mengoptimalkan P4GN pada setiap penyelengaraan PON berikutnya, maupun multievent olahraga lainnya.

Baca: Praperadilan Jilid II, Sebut KPK Tak Sah Tetapkan Status Tersangka Nurhadi cs

“Penyelengaraan PON itu kan bergilir dari satu provinsi ke provinsi lain. Bayangkan nantinya begitu banyak influencer yang bisa diberdayakan menjadi duta narkoba bagi daerahnya masing-masing. Ini sebuah langkah besar dalam upaya kita mengurai persoalan narkoba di Indonesia,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan langkah Polda Metro Jaya yang menggandeng Kemenpora untuk bersama menyerukan aksi anti narkoba di ibu kota.

"Ke depan Polda Metro Jaya mencanangkan wilayah hukum Polda Metro Jaya 'zero narkoba'. Hari ini salah satu langkah kita bersama dengan Kemenpora dan BNN memanfaatkan car free day (CFD) untuk mengampanyekan anti narkoba kepada masyarakat," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sujana dalam acara bertajuk "Kitong Semua Bebas Narkoba, Sukseskan PON Papua 2020" di depan Pos Polisi Bundaran HI, Minggu (23/2/2020).

Nana mengatakan pencegahan secara langsung akan bahaya narkoba saat ini lebih dimaksimalkan oleh jajarannya untuk mendorong Jakarta bebas dari narkoba.

"Dalam hal ini kami akan memaksimalkan (Jakarta Zero Narkoba), upaya-upaya baik pencegahan dan penindakan terus kita gelorakan mulai dari Polda hingga tingkat Polsek," ujar Nana.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali turut mengapresiasi sosialisasi anti narkoba yang diadakan oleh Polda Metro Jaya itu karena dapat mendukung Jakarta bebas dari narkoba.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved