Virus Corona
Menkominfo: Ada 127 Hoaks dan Disinformasi Soal Virus Corona Beredar di Media Sosial
Johnny G Plate menyebut hingga Selasa (25/2/2020) sebanyak 127 hoaks atau berita bohong terkait virus corona (Covid-19) beredar di media sosial.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebut hingga Selasa (25/2/2020) sebanyak 127 hoaks atau berita bohong terkait virus corona (Covid-19) beredar di media sosial.
"Per hari ini, ada 127 isu hoaks dan disinformasi (terkait virus corona,red)," kata Johnny G Plate di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).
Ia pun membeberkan sejumlah hoaks atau disinformasi yang dikaitkan dengan virus corona.
Baca: Soal WNI Kru Kapal Diamond Princess, Kemenkes RI: Kecenderungan Positif Virus Corona Masih Ada
Pertama, soal hoaks yang menyebut virus corona menular lewat gigitan nyamuk.
Menurut Johnny G Plate, WHO western pasific melaui akun resminya sudah menyatakan virus corona tidak dapat ditularkan lewat gigitan nyamuk.
Selain itu, ada hoaks juga yang menyebutkan virus corona menyebar melalui cairan dari seseorang yang terinfeksi seperti saat mereka batuk dan bersin.
Baca: KBRI Seoul Minta WNI di Korea Selatan Tak Khawatir Terkait Wabah Virus Corona
"Ini hoaks. Faktanya informasi tersebut adalah salah," jelas Johnny G Plate.
Adapula, lanjut Johnny G Plate, hoaks kabar orang dari china melarikan diri ke Vietnam untuk menghindari virus corona.
Selain itu, dalam video terdengar bahasa Vietnam yang diartikan orang begitu banyak yang tidak terkait virus corona.
Baca: Gara-gara Lelucon Batuk Sebesar Godzilla Barulah Terinfeksi Corona Kadis Kesehatan Jepang Minta Maaf
"Ini disinformasi. Faktanya klaim tersebut salah ditemukan video yang sama di youtube pada tanggal 28 November 2019 sebulan sebelum wabah virus corona menyebar," ucapnya.
Ia pun meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas kebenarannya.
Karena, hal itu sangat merugikan masyarakat dan negara secara keseluruhan.
"Hoaks itu jangan lah. nggak perlu. udah rugi kita saat ini kita bertugas menjaga jadi perisai negara kita. Jangan menambah hoaks-hoaks di dalam negeri yang merusak perekonomian kita. Merusak rakyat membuat takut janganlah hoaks-hoaks nggak perlu," kata Plate.
"Hoaks dan disinformasi. dua-duanya itu melanggar aturan pasti," jelasnya.