Sabtu, 11 April 2026

Pemindahan Ibu Kota Negara

Empat Kandidat Kepala Badan Otorita IKN Ini Dinilai Punya Integritas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada empat nama calon kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru.

Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUN/BIRO PERS/AGUS SUPARTO
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan) meninjau progres persiapan pembangunan Ibu Kota baru di kawasan Kelurahan Pemaluan, Sepaku, Penajam Paser Utara, Selasa (17/12/2019). Hari ini Presiden Jokowi meresmikan beroperasinya Tol Balikpapan-Samarinda yang akan menjadi jalur penghubung utama menuju Ibu Kota baru RI. TRIBUNNEWS/BIRO PERS/AGUS SUPARTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai empat kandidat calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara, memiliki integritas yang tidak perlu diragukan.

"Mereka figur yang mempunya kemampuan yang sangat memadai untuk jabat Kepala Badan Otorita IKN, mempunyai integritas dan kredibilitas yang tinggi," ujar Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa kepada wartawan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Politikus Partai NasDem tidak mengunggulkan satu di antara empat kandidat tersebut, karena semuanya memiliki kemampuan yang sama.

Baca: Komite I DPD RI: Pembangunan Ibukota Negara Harus Melibatkan Masyarakat Lokal

"Jadi siapapun yang dipilih Presiden Jokowi, tidak masalah," ucap Saan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada empat nama calon kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru.

Jokowi menambahkan, keputusan nama itu akan diambil dalam pekan ini.

"Untuk Badan Otorita Ibu Kota Negara, ini memang kami akan segara tandatangani perpres di mana nanti ada CEO-nya. Sampai sekarang belum diputuskan. Akan diputuskan dalam minggu ini," kata Jokowi di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Baca: Jokowi Sebut Nama Ahok Hingga Azwar Anas Calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru

Jokowi kemudian mengungkapkan empat nama calon kepala Badan Otorita Ibu Kota.

Salah satunya mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Selain itu, ada juga Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Bupati Bayuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana.

"Kandidat memang banyak. Satu, Pak Bambang Brodjonegoro, dua Pak Ahok, tiga Pak Tumiyana, empat Pak Azwar Anas," ucapnya.

Dikatahui, Kepala Badan Otorita akan bertanggungjawab memimpin proses pemindahan dan pembangunan ibu kota baru di Penajam Passer Utara-Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved