Tokoh Ulama Nasional Kumpul di Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon Bahas Intoleransi Ekonomi

Secara bersamaan tiga tokoh nasional mengunjungi lembaga pendidikan bertaraf internasional tersebut.

Pesantren Bina Insan Mulia/Istimewa
Ustadz Yusuf Mansur saat sowan ke kediaman KH. Imam Jazuli di Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Dua hari berturut-turut suasana di Pesantren Bina Insan Mulia, Cisaat, Cirebon, Jawa Barat, ramai dengan kedatangan tokoh-tokoh bangsa.

Secara bersamaan tiga tokoh nasional mengunjungi lembaga pendidikan bertaraf internasional tersebut. Mereka silaturrahim ke Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH. Imam Jazuli, Lc. MA.

Ini bukan pertemuan biasa, kehadiran tokoh-tokoh nasional tersebut untuk membahas masalah-masalah kekinian berkaitan dengan keumatan dan kebangsaan.

Ketiga tokoh nasional yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Prof. Dr. Said Aqil Siroj, Lc. MA (Ketua umum PBNU), Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim (Pengasuh ponpes Amanatul Ummah), dan Ustadz Yusuf Mansur (Pengasuh pesantren Darul Qur’an).

Tokoh Nasional Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. Said Aqil Siroj, Lc. MA, Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim (Pengasuh ponpes Amanatul Ummah), dan Ustadz Yusuf Mansur (Pengasuh pesantren Darul Qur’an menggelar pertemuan di kediaman Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli.
Tokoh Nasional Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim (Pengasuh ponpes Amanatul Ummah), dan Ustadz Yusuf Mansur (Pengasuh pesantren Darul Qur’an menggelar pertemuan di kediaman Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia, KH Imam Jazuli. (Pesantren Bina Insan Mulia/Istimewa)

KH. Imam Jazuli, Lc. MA, yang akrab disapa Kyai Imjaz, menerima kedatangan tokoh-tokoh nasional tersebut di kediamannya di komplek Pesantren Bina Insan Mulia pada Sabtu, (7/3/2020). Pertemuan awalnya berlangsung secara tertutup sebelum digelar pertemuan umum bersama ribuan santri.

KH. Imam Jazuli menjelaskan, dalam pertemuan dibahas permasalahan keumatan dan Kebangsaan, diantaranya intoleransi Ekonomi yang membuat bangsa Indonesia berada dalam kondisi mengkhawatirkan, juga pentingnyaa menguatkan semangat kebangsaan kita.

“Negara kita sesungguhnya dalam kondisi berbahaya karena kapitalisme telah mengakar di negeri ini.” Kata Kyai Imjaz.

Beliau melanjutkan, kita ingin memberi kritik kepada pemerintah. Masalah ekonomi kerakyatan sebagai amanat undang-undang faktanya saat ini tidak berjalan.

Tokoh Nasional Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim (Pengasuh ponpes Amanatul Ummah), dan Ustadz Yusuf Mansur (Pengasuh pesantren Darul Qur’an menggelar pertemuan di Pesantren Bina Insan Mulia Pimpinan, KH Imam Jazuli. (Pesantren Bina Insan Mulia/Istimewa)
Tokoh Nasional Dr. KH. Asep Saefuddin Chalim (Pengasuh ponpes Amanatul Ummah), dan Ustadz Yusuf Mansur (Pengasuh pesantren Darul Qur’an menggelar pertemuan di Pesantren Bina Insan Mulia Pimpinan, KH Imam Jazuli. (Pesantren Bina Insan Mulia/Istimewa) (Pesantren Bina Insan Mulia/Istimewa)

"Negara sudah semakin oleng, hingga kaum kapitalis dan oligarki telah menguasai bangsa kita melalui tangan-tangan lokal. Maka kita tidak boleh diam dan harus bangkit, kebangkitan akan kita mulai dari pesantren." katanya.

Meski demikian, Kyai Imjaz juga mengingatkan kritik terhadap pemerintah berkuasa saat ini harus tetap objektif.

Halaman
12
Penulis: Husein Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved