KPK Cecar Mantan Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko Soal Mobil Innova Pemberian Wawan

Deddy yang merupakan Kalapas Sukamiskin periode 2013-2018 juga menyandang status tersangka kasus ini

Ilham Rian Pratama
Mantan Kalapas Sukamiskin Deddy Handoko usai diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas dan izin di Lapas Sukamiskin, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/3/2020) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Riau Deddy Handoko, Selasa (10/3/2020).

Deddy diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas dan izin di Lapas Sukamiskin yang menjerat terpidana korupsi pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan, pengadaan alkes di Pemerintah Provinsi Banten, dan dugaan suap sengketa pilkada Lebak, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Baca: Terkuak, Mantan Kalapas Sukamiskin Pernah Terima Innova Reborn G Luxury dari Tersangka Wawan.

Deddy yang merupakan Kalapas Sukamiskin periode 2013-2018 juga menyandang status tersangka kasus ini.

Dalam pemeriksaan hari ini, tim penyidik mencecar Deddy mengenai mobil Toyota Kijang Innova Reborn G Luxury yang diduga diberikan Wawan.

Mobil mewah itu diduga diberikan kepada Deddy agar Wawan yang juga adik dari mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu mendapat kemudahan mendapat izin untuk keluar masuk Lapas Sukamiskin.

"Penyidik mendalami keterangan saksi terkait dengan dugaan pemberian satu unit mobil dari tersangka TCW (Tubagus Chaeri Wardana) kepada saksi dan juga adanya dugaan pemberian izin yang mudah kepada Tersangka TCW untuk keluar masuk ke dalam Lapas Sukamiskin," ungkap Plt Jubir KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Deddy terlihat keluar ruang pemeriksaan KPK pukul 15.50 WIB. Namun, Deddy irit bicara mengenai pemeriksaan yang dijalaninya hari ini.

Termasuk saat disinggung mengenai mobil Innova yang diduga diterimanya dari Wawan.

"Tanya penyidik saja. Enggak ada (keterangan), sudah ya, enggak ada, oke ya," kata Deddy usai diperiksa penyidik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam pengembangan kasus tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemberian fasilitas atau perizinan keluar Lapas Kelas I Sukamiskin pada Rabu (16/10/2019).

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved