Breaking News:

Raja Belanda Kembalikan Keris Pangeran Diponegoro ke Jokowi: Diteliti Lama, Sedah Mirah Ikut Berpose

Pada Selasa (10/3/2020) ini, Raja Belanda Willem Alexander menyerahkan sebilah keris milik Pangeran Diponegoro kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima langsung keris milik Pangeran Diponegoro secara simbolik dari Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima. 

Menurut Kompas.com, Sedah Mirah dan ayah ibunya turut hadir pada saat sesi foto yang digelar di ruang utama istana.

Pada awalnya, sesi foto hanya diikuti Presiden Jokowi, Ibu Negara Iriana, beserta Raja dan Ratu Belanda.

Setelahnya, Raja dan Ratu dipersilakan mengisi buku tamu.

Tidak lama kemudian, seorang pria menggendong Sedah Mirah mendekati Raja dan Ratu.

Presiden Jokowi pun turut mengenalkan cucunya tersebut.

Tak lama, sesi foto kemudian diulang kembali.

Kali ini, Sedah Mirah ikut andil dalam potret dua pemimpin negara itu.

Presiden Joko Widodo menyambut Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti di Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (10/3/2020) pagi. Ada yang berbeda dengan cara Jokowi menyambut tamunya kali ini. Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana turut serta mengajak cucunya, Sedah Mirah Nasution, untuk foto bersama tamunya.
Presiden Joko Widodo menyambut Raja Belanda Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti di Istana Kepresidenan, Bogor, Selasa (10/3/2020) pagi. Ada yang berbeda dengan cara Jokowi menyambut tamunya kali ini. Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana turut serta mengajak cucunya, Sedah Mirah Nasution, untuk foto bersama tamunya. ((KOMPAS.com/Ihsanuddin))

Kunjungan Belanda ke Indonesia mau tidak mau mengingatkan sejarah kelam bumi pertiwi dengan negara kincir angin ini.

Memang garis sejarah ini tidak bisa dilepaskan oleh kedua negara.

Namun, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia dan Belanda harus tetap berkomitmen untuk bekerjasama dengan Belanda.

"Saya ingin menyampaikan bahwa kita tentu tidak dapat menghapus sejarah, namun kita dapat belajar dari masa lalu."

"Kita jadikan pelajaran tersebut untuk meneguhkan komitmen kita untuk membangun sebuah hubungan yang setara, yang saling menghormati, dan saling menguntungkan," kata Presiden Jokowi dikutip Kompas.com.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani) (Kompas.com/Ihsanuddin)

Sumber: TribunSolo.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved