Virus Corona

Buntut Kebijakan Kerajaan Arab Saudi, Kemenag Tutup Sementara Aplikasi Pendaftaran Umrah Siskopatuh

Kebijakan tersebut diambil karena belum ada kepastian dicabutnya penangguhan sementara akses masuk ke Arab Saudi.

Screen capture/Istimewa
Suasana sekitaran Ka'bah di Mekkah usai aturan kegiatan umrah ditangguhkan sementara. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Kementerian Agama menutup sementara layanan pendaftaran umrah dalam aplikasi Siskopatuh (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus).

Rencananya penutupan tersebut akan mulai dilakukan pada Kamis, (12/3/2020) besok. Penutupan ini menyusul penghentian sementara ibadah umrah oleh Pemerintah Arab Saudi.

"Siskopatuh kami tutup sementara. Ini dilakukan menyusul kebijakan pemerintah Arab Saudi untuk menghentikan sementara ibadah Umrah/Ziarah," ujar Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim melalui keterangan tertulis, Rabu (11/3/2020).

Kemenag telah menerbitkan surat pemberitahuan, yang ditujukan kepada Pimpinan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umrah, dan Perusahaan Asuransi Perjalanan Ibadah Umrah.

Arfi menegaskan sistem Siskopatuh tidak menerima pendaftar baru untuk jemaah umroh.

Baca: Menteri Kesehatan Inggris Nadine Dorries Dinyatakan Positif Terinfeksi Virus Corona

Baca: Penderita Corona di Indonesia Tambah 8 Orang, Jubir Pemerintah Ungkap Pasien Ke-27 Paling Unik

Baca: TERUNGKAP Motif Pasutri Bunuh Diri Bersama di Malang, Sempat Tinggalkan Surat Wasiat untuk Anak

Baca: UPDATE Gempa di Sukabumi: 173 Warga Mengungsi Pascagempa

Kebijakan tersebut diambil karena belum ada kepastian dicabutnya penangguhan sementara akses masuk ke Arab Saudi.

"Aplikasi akan kami buka kembali setelah mendapatkan kejelasan tentang pencabutan penghentian sementara ibadah Umrah oleh Pemerintah Arab Saudi," ucap Arfi.

Arfi juga meminta PPIU untuk melakukan penjadwalan ulang keberangkatan bagi jemaah umrah yang telah mendaftar.

"Tetap mengutamakan kepentingan jemaah, dengan tidak membebankan biaya tambahan kepada jemaah termasuk jemaah yang telah memiliki jadwal setelah kebijakan Pemerintah Arab Saudi diberlakukan," pungkas Arfi.

Arfi menegaskan PPIU wajib melapor kepada Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus jika ada pembatalan jemaah umrah. Pelaporan dilakukan kepada Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus melalui email: pembatalan.siskopatuh@gmail.com.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved