Rocky Gerung Nilai Rezim Jokowi Krisis Oposisi: Dia Enggak Tahu Lagi Ini Matang Apa Busuk

Pengamat politik Rocky Gerung mengatakan saat ini Jokowi sangat rawan untuk lengser dari kekuasaannya lantaran kurangnya oposisi

Tribunnews/JEPRIMA
Pengamat Hukum Said Salahuddin (kiri), Pengamat Politik Rocky Gerung (tengah) bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ansory Siregar (kanan) saat menjadi pembicara pada group discussion bertema Omnibus Law RUU Tentang Cipta Kerja Untuk Siapa di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020). Diskusi membahas draf Omnibus Law Cipta Kerja yang mendapat penolakan dari berbagai pihak, terutama dari para buruh. Tribunnews/jeprima 

TRIBUNNEWS.COM - Pengamat politik Rocky Gerung memberikan analisanya terhadap pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat ini.

Pria yang juga pernah menjadi dosen di Universitas Indonesia (UI) itu menilai Jokowi akan segera jatuh dari posisinya sebagai RI 1.

Kejatuhan Jokowi justru akan terjadi lantaran kurangnya kubu oposisi dalam pemerintahannya.

Jokowi dan Prabowo (paling depan) disusul para menteri saat kunjungi PT PAL, Senin (27/1/2020)
Jokowi dan Prabowo (paling depan) disusul para menteri saat kunjungi PT PAL, Senin (27/1/2020) (Twitter @Kemhan_RI)

 

Dikutip dari YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (11/3/2020), awalnya Rocky Gerung menyinggung soal analisa yang pernah ia lakukan.

Analisa tersebut menyimpulkan bahwa Jokowi tidak akan bisa bertahan hingga akhir periode.

Rocky Gerung bahkan mengatakan tanda-tanda kejatuhan Jokowi akan segera nampak.

"Saya beberapa kali bikin analisis bahwa presiden tidak akan sampai 2024, bahkan mungkin semester ini, tanda pertama dari keretakan akan terlihat, karena tuntutan pembayaran utang, tuntutan keakraban bernegara yang compang camping, kemampuan rezim untuk menghasilkan diskursus yang bermutu enggak ada," paparnya.

"Cuman ada slogan salam Pancasila, berantas radikalisme," sindir Rocky Gerung.

Rocky Gerung menyebut apa yang terjadi pada pemerintahan Jokowi saat ini sebagai political decay (pembusukan politik).

"Jadi seluruh fasilitas kebudayaan tidak mampu untuk menghalangi percepatan pembusukan politik," kata Rocky Gerung.

Baca Selengkapnya >>>

Editor: Tiffany Marantika Dewi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved