68 WNI ABK Diamond Princess yang Telah Selesai Diobservasi Dipulangkan ke 11 Provinsi

Meski begitu, ia mengatakan tidak semuanya akan pulang hari ini namun ada juga yang akan pulang besok.

tangkapan layar YouTube KompasTV
68 ABK Diamond Princess dipulangkan setelah menjalani observasi selama 14 hari 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 68 ABK diamond Princess yang telah selesai diobservasi terkait virus Corona dipulangkan ke rumah masing-masing 11 Provinsi di Indonesia hari ini Minggu (15/3/2020).

Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal mengatakan mereka akan dipulangkan dengan pesawat dan bus.

Meski begitu, ia mengatakan tidak semuanya akan pulang hari ini namun ada juga yang akan pulang besok.

"Tergantung ketersediaan pesawat yang dipesan, ada yang hari ini juga langsung terbang. Sebagian juga menginap dulu, karena baru besok pagi mereka ada pesawat," kata Safrizal di dermaga Kolinlamil Jakarta Utara pada Minggu (15/3/2020).

Baca: Agar Tetap Aman, Simak Panduan Cegah Corona Saat Lakukan Perjalanan Kerja atau Berada di Kantor

Baca: SBT Sebut Koordinasi Negara di Dunia Cegah Corona Kurang, Ingatkan Jokowi Tak Lengah

Baca: Cara Melakukan Self Isolation & Self-Monitoring untuk Cegah Corona

Untuk mereka yang akan pulang hari ini, Safrizal mengatakan WNI ABK Diamond Princess yang berasal dari Jawa Barat dan Jakarta akan dipulangkan hari ini.

"Yang Jawa Barat langsung pulang lewat darat, tapi diantar keluar dulu oleh Kolinlamil, karena kendaraan tidak boleh bebas masuk, juga yang DKI Jakarta dijemput keluarganya. Jadi ada 10 orang dari DKI Jakarta juga langsung kembali," kata Safrizal.

Safrizal mengatakan mayoritas mereka berasal dari Jawa Timur, Bali, dan Jawa Tengah.

Ia mengatakan, pemerintah daerah dari 11 provinsi tersebut juga telah diberi informasi mengenai nama dan data lainnya.

Hal itu diperlukam untik memantau mereka jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu terhadap mereka.
"Pemda diberi tembusan nama dan segala macam, tadi juga ada dari penghubung provinsi juga ada, dan mereka yang akan memberitahu penghubung provinsi yang mereka tuju untuk membantu pengantaran sampai kediaman. Termasuk monitoring jika terjadi sesuatu," kata Safrizal.

Selain itu mereka juga diberi uang saku oleh perusahaan agency masing-masing.

Namun ketika ditanya junlah nominalnya, Safrizal mengaku tidak tahun

"Ya juga diberikan, tapi kali ini yang memberikan perusahaan agensi masing-masing. Karena mereka over bagasi kan. Karena pesawat hanya bisa 20 kg, jadi perusahaan yang nanggung," kata Safrizal.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved