Virus Corona

Fasilitas Observasi Pulau Sebaru Akan Didekontaminasi

Personel Kogasgabpad turun tangan melakukan dekontaminasi pascaenam jam 68 WNI ABK Diamond Princess menyelesaikan masa observasi dan tinggalkan pulau.

TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Prajurit TNI dari tiga matra yakni TNI AD, TNI AL dan TNI AU yang tergabung dalam Satuan Tugas Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Operasi Bantuan Kemanusiaan di Pulau Sebaru Kecil memimpin olahraga bagi para WNI yang di Observasi dari awak Kapal Pesiar World Dream dan Diamond Princess, Senin (9/3/2020 di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fasilitas observasi terkait virus Corona (Covid-19) WNI ABK World Dreams dan WNI ABK Diamond Princess di Pulau Sebaru Kecil Kepulauan Seribu akan dilakukan dekontaminasi.

Demikian dikatakan Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Laksamana Madya TNI Yudo Margono, di Dermaga Kolinlamil Jakarta Utara pada Minggu (15/3/2020).

Personel Kogasgabpad turun tangan melakukan dekontaminasi setelah enam jam 68 WNI ABK Diamond Princess menyelesaikan masa observasi dan meninggalkan pulau tersebut.

Baca: Bertambah 21 Orang, Total Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Jadi 117 Pasien

"Yang penting setelah enam jam yang kedua ini langsung kita dekontaminasi semua peralatan. Jadi yang kemarin sudah, ini ditinggalkan, setelah enam jam baru kita laksanakan dekontaminasi," kata Yudo 

Selain melakukan dekontaminasi tersebut, Yudo mengatakan memberi waktu personelnya seminggu untuk menarik seluruh peralatan observasi di Pulau Sebaru secara bertahap.

Baca: Kisah Sejoli Dipisahkan Maut, 6 Tahun Pacaran dari SMA, Kekasih Meninggal Seminggu Sebelum Ultah

"Saya beri waktu satu minggu untuk menarik semuanya, secara bertahap. Karena peralatana di sana banyak sekali, tidak mungkin dalam sekali ditarik," kata Yudo.

Yudo juga mempersilakan masyarakat sekitar apabila ada yang hendak berkunjung ke Pulau Sebaru setelah proses dekontaminasi dan penarikan peralatan observasi selesai.

"Boleh. Silakan saja," kata Yudo.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved